Rabu 24 Februari 2021, 19:29 WIB

Klaim Wagub DKI: Penanganan Banjir Sangat Baik, Satu Hari Selesai

Hilda Julaika | Megapolitan
Klaim Wagub DKI: Penanganan Banjir Sangat Baik, Satu Hari Selesai

MI/Ramdani
Warga menyelamatkan diri saat banjir melanda kawasan Bendungan Hilir, Jakarta.

 

WAKIL Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, mengatakan penanganan banjir Jakarta pada 20 Februari lalu sudah sangat baik. Pasalnya, dalam waktu sehari ia mengklaim banjir sudah bisa tertangani. Sementara banjir di Jakarta sebelum-sebelumnya membutuhkan penanganan berhari-hari agar bisa surut.

Ariza, sapaan akrabnya, bahkan membandingkan dengan musibah banjir yang ada di daerah lain. Menurutnya, banjir yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia baru-baru ini membutuhkan waktu penanganan yang lebih banyak.

Baca juga: Hasil Tes Rambut, Jennifer Jill Positif Konsumsi Sabu

“Tapi kita harus melihat juga jujur fakta dan data. Di periode ini apa progresnya? Sangat baik terkait banjir satu hari selesai. Sebelumnya berhari-hari. Kita juga harus jujur di daerah lain hingga hari ini berhari-hari bahkan berminggu-minggu belum selesai banjirnya,” kata Ariza di Balai Kota Jakarta, Rabu (24/2).

Selain itu, ia mengatakan curah hujan di Jakarta pun semakin tinggi. Alhasil membuat program penanganan banjir bebannya semakin berat. Namun, pihaknya menyebut bisa mengatasi banjir kemarin dengan baik.

“Kemudian, lihat curah hujannya. Ke sini semakin tinggi itu artinya bebannya semakin berat. Tapi kami bisa mengatasi secara baik,” ungkapnya.

Namun, Pengamat Tata Kota Nirwono Joga justru mengatakan kalau curah hujan di Jakarta pada 19-20 Februari lalu tidak sebesar tahun 2020 lalu. Curah hujan penyebab banjir kemarin paling tingginya di angka 226 mili meter (mm) per hari. Sementara pada banjir 2020 lalu, curah hujan bisa mencapai 370 mm per hari.

“Kalau curah hujan masih di bawah tahun lalu. Jadi kalau tahun lalu banjir itu karena hujan lokal sehingga sistem drainase yang buruk membuat sebagian besar wilayah DKI terdampak banjir lokal,” kata Nirwono kepada Media Indonesia.

Nirwono mengatakan banjir kemarin disebabkan oleh hujan lebat di Bogor dan Depok. Sehingga menyebabkan banjir kiriman ke wilayah Jakarta. Sehingga wilayah yang dekat dengan bantaran kali di Jakarta terdampak banjir.

Namun, ada beberapa titik di Jakarta yang jauh dari bantaran sungai dan tetap kebanjiran. Misalnya di Flyover Cawang. Banjir ini bisa melanda kawasan ini menurut Nirwono lantaran sistem drainase di Jakarta yang tidak berjalan dengan baik. Artinya ada banjir lokal.

“Sehingga kesimpulannya, menunjukkan satu tahun pasca banjir tahun 2020 tidak banyak progress penanganan banjir. Harusnya ada pengurangan banjir di pemukiman bantaran kali, kalau program penataan sungai dilakukan. Hal ini membuktikan sungai-sungai di Jakarta belum dibenahi,” pungkasnya. (OL-6)
 

Baca Juga

ANTARA/Puspa Perwitasari/

Hujan Diprediksi Guyur Jakarta Siang dan Malam Ini

👤Hilda Julaika 🕔Kamis 15 April 2021, 08:05 WIB
Warga diminta waspada dengan perubahan cuaca yang...
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Jadi Akses Tawuran, Warga Minta JPO Kali Sentiong Dibongkar

👤Hilda Julaika 🕔Kamis 15 April 2021, 07:43 WIB
"Aspirasi warga sudah kami tindak lanjuti ke Sudin Bina Marga Jakarta Pusat. Namun, pembongkaran jembatan itu harus dilakukan dengan...
ANTARA

SIM Online Dapat Cegah Praktik Percaloan

👤Rahmatul Fajri 🕔Kamis 15 April 2021, 05:57 WIB
Semua tahapan pembuatan dan perpanjangan SIM dilakukan secara sistem digital. Dengan begitu akan menumbuhkan kepercayaan masyarakat terkait...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tajamnya Lancang Kuning di Lapangan

 Polda Riau meluncurkan aplikasi Lancang Kuning untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Berhasil di lapangan, dipuji banyak kalangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya