Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebut tengah mengebut pengerjaan infrastruktur baik jalan tol maupun jalan nasional di tengah pandemi. Salah satunya ialah Tol Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan progres pembangunan jalan tol itu sudah mencapai 86,46%.
"Untuk Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran yang dikelola PT Jasamarga Kunciran Cengkareng (JKC) diharapkan selesai konstruksi pada akhir 2020," ujar Basuki dalam keterangan resmi, Jumat (4/9).
Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran merupakan salah satu dari 6 ruas Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR II).
Baca juga: Hari Pelanggan Nasional, TransJakarta Uji Cobakan New Mikrotrans
Jalan tol tersebut bakal mendukung konektivitas pada kawasan Jabodetabek sekaligus mengurangi beban lalu lintas Jalan Tol JORR I yang semakin padat setiap harinya.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit mengatakan kehadiran Jalan Tol JORR II nantinya juga bisa menjadi jalan distribusi logistik dari dan ke kawasan industri sekitar Ibu Kota Jakarta seperti Banten.
Selain itu, jalan tol Cengkareng-Kunciran diharapkan menjadi akses tol alternatif menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan wilayah sekitarnya. Serta tersambung dengan Jalan Tol Serpong-Cinere yang juga akan selesai konstruksinya pada akhir 2020 mendatang.
Jalan Tol JORR 2 terbagi menjadi 6 ruas:
Sedangkan, Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran yang sepanjang 14,19 Km terbagi menjadi 4 Seksi:
Emosi yang tidak stabil saat macet sering kali memicu pengemudi bertindak agresif, seperti bermanuver zigzag atau menyalip melalui bahu jalan.
Kendaraan yang bergerak menuju wilayah timur Trans Jawa masih terlihat cukup tinggi yakni sebanyak 40.904 kendaraan.
INDONESIA Investment Authority (INA) berkomitmen bukan hanya sebagai penyedia modal, melainkan juga sebagai agen perubahan tata kelola dan operasional di proyek-proyek strategis.
Pembukaan fungsional ruas tol Sibanceh Seksi 1 ini diharapkan menjadi jalur vital untuk distribusi bantuan kemanusiaan dan mempercepat waktu tempuh kendaraan tanggap darurat.
Ia menjelaskan, saat ini belum terdapat jalur alternatif arteri karena kawasan sekitar masih tergenang.
Pembangunan Tol Layang Cikunir-Karawaci senilai Rp37 triliun diharapkan membuka ribuan lapangan kerja dan meningkatkan konektivitas Jabodetabek.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved