Kamis 16 Juli 2020, 06:10 WIB

Apartemen Jadi Gudang Narkoba

(Sru/J-1) | Megapolitan
Apartemen Jadi Gudang Narkoba

ANTARA/RENO ESNIR
Tersangka kepemilikan ekstasi dan happy fi ve berinisial TII (tengah) digiring polisi saat gelar kasus pengungkapan jaringan narkoba

 

DIREKTORAT Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menyita 15 ribu butir pil ekstasi dan 5.000 butir pil happy five dari dua lokasi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, pada 6 Juli 2020.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Jakarta, kemarin, mengatakan ribuan pil narkoba itu disimpan di apartemen karena tempat hiburan di Jakarta belum ada yang buka.

Narkoba itu milik seorang bandar berinisial HWC yang dititipkan kepada II ialah perempuan asal Medan yang tinggal dan berdomisili di Jakarta.

"Tersangka II ini mengaku mendapat barang itu dari bandar di atasnya, yakni HMC. HMC saat ini masuk DPO kita," kata Yusri.

Untuk menyimpan puluhan ribu pil ekstasi dan happy five itu, kata Yusri, II mengaku diperintahkan HMC. "Tersangka II menerima Rp10 juta per bulan dari HMC untuk menyimpan barang itu selama 3 bulan terakhir di apartemennya. Jadi selama 3 bulan, II sudah menerima Rp30 juta dari HMC," kata Yusri.

Menurut Yusri, dari hasil penyelidikan sementara, II mengaku semua narkoba itu dikirim melalui paket kepada dirinya. "Ia bisa mengedar kannya ke tempat hiburan di Jakarta. Namun, karena selama pandemi covid-19 ini semua tempat hiburan tutup, HMC meminta II menyimpannya dulu atau menggudangkannya sementara," kata Yusri.

TPPU

Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) terus berupaya memiskinkan para bandar narkoba. Salah satunya, petugas di unit tindak pidana pencucian uang (TPPU) terus mengejar aset milik bandar atas nama Murtala yang sebelumnya dikembalikan atas putusan Mahkamah Agung (MA).

MA memvonis Murtala Ilyas selama 8 tahun karena terbukti melakukan pencucian uang dalam kasus narkoba.

Namun, MA juga memutuskan aset Murtala Rp142 miliar dikembalikan.

Direktur TPPU BNN Brigjen Bahagia Daichi mengatakan pascaputusan MA yang mengembalikan aset senilai Rp142 miliar, pihaknya kembali melakukan penelurusan lebih dalam. Hasilnya diketahui, uang yang dikembalikan itu langsung diambil dan disebar ke beberapa rekening. "Rekening itu ada di dalam negeri maupun luar negeri," katanya, Selasa (14/7).

Daichi mengatakan, Atika binti Ahmad Kasim, istri Murtala yang merupakan seorang ibu rumah tangga, sangat tidak masuk akal bisa memiliki uang ratusan miliar. Daichi pun mengaku menemukan banyak kejanggalan. Ia pun sudah melaporkan hal tersebut ke Kejaksaan Agung untuk proses lanjutan. "Atika sendiri berkasnya sudah P21 dan sebentar lagi menjalani persidangan," ujarnya.

Daichi menambahkan, hal yang cukup janggal itu juga terjadi saat uang ratusan miliar yang dikembalikan itu masuk ke rekening bersama atas nama Murtala dan si pengacara. Dan setelah uang diterima, pergerakannya cukup cepat karena langsung berpindah tangan. "Hari itu uang masuk, langsung pindah semuanya. Ada yang ke pengacara, ada yang langsung ke keponakan Atika," ungkapnya.

Pihaknya, sambung Daichi, juga mempertanyakan kinerja dari rekan di bank yang dengan mudahnya menyiapkan uang puluhan miliar.

Padahal, saat itu, uang baru bisa diambil bila mendapatkan tanda tangan dari Murtala. "Murtala ada di dalam penjara, kok bisa pakai surat kuasa mengambil uang puluhan miliar," terangnya.

Saat ini sambung Daichi, pihaknya sudah kembali menyita aset milik bandar sabu tersebut yang nilainya mencapai puluhan miliar. "Mulai rumah, tanah, hingga pom bensin sudah disita. Mudah mudahan dalam waktu dekat kami bisa mengambil penuh aset senilai Rp142 miliar yang sebelumnya dikembalikan," pungkasnya. (Sru/J-1)

Baca Juga

MI/Vicky Gustiawan

Bangku Penonton Sirkuit Formula E akan Dipasang Atap

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Kamis 19 Mei 2022, 17:02 WIB
Selain itu, pemasangan pagar pembatas sirkuit juga dalam tahap pelaksanaan. Pagar ini akan langsung diawasi, serta diperiksa keamanannya...
ANTARA

Dinas LH DKI Ungkap Banyak Truk Tinja Nakal Buang Limbah di Saluran Air

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Kamis 19 Mei 2022, 15:29 WIB
Menurut Humas Dinas LH DKI, pihaknya sudah pernah beberapa kali menemukan kejadian serupa di mana para sopir atau awak angkutan truk tinja...
MI/ANGGA

Pasokan Air Bersih Marunda Kepu Terputus Satu Bulan, Walhi Jakarta: Bentuk Kegagalan Negara

👤Hilda Julaika 🕔Kamis 19 Mei 2022, 15:23 WIB
Sudah satu bulan masyarakat Marunda Kepu yang merupakan pelanggan PT Aetra Air Jakarta tidak dapat menikmati pasokan air bersih akibat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya