Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Selama adanya penerapan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) di Jakarta, terjadi penurunan drastis jumlah penumpang angkutan umum perkotaan.
Menurut Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, saat masa normal pada 16-22 Maret ada 1,8 juta penumpang, kemudian pada masa WFH menjadi 912 ribu penumpang atau turun 52,68 persen.
Kemudian pada saat pembatasan ekstrem 23 Maret-9 April, jumlah penumpang turun lagi menjadi 328 ribu penumpang atau sekitar 82,9 persen.
"Dan pada masa PSBB dari 10 April hingga 17 Mei, turun menjadi 231 ribu penumpang per hari atau 88 persen penurunannya. Artinya PSBB dari segi layanan transportasi danlalu lintas cukup berhasil menekan pergerakan masif masyarakat," jelas Syafrin.
Baca juga: Organda DKI Minta Keringanan Pajak Selama Wabah Covid-19
Ia juga menjabarkan untuk jumlah penumpang bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) terjadi penurunan signifikan. Pada Februari, rata-rata 82 ribu penumpang turun 33 persen saat WFH. Saat pembatasan ekstrem juga turun menjadi 15 ribu per hari atau 75,9 persen.
"Saat PSBB penumpang AKAP turun 4.800 penumpang saja atau turun 92,8 persen," terang Syafrin.
Berikut data penurunan jumlah penumpang angkutan umum perkotaan dan bus AKAP, yaitu:
A. Penumpang Angkutan Perkotaan
1.WFH (16-22 Maret 2020)
Rata-rata: 912.341 penumpang/hari (-52,68%)
Jumlah: 6.386.387 penumpang
2. Pembatasan Ekstrem (23 Maret-9 April 2020)
Rata-rata: 328.125 penumpang/hari (-82,98%)
Jumlah: 5.906.252 penumpang
3. PSBB (10 April–17 Mei 2020)
Rata-rata: 231.169 penumpang/hari (-88,01%)
Jumlah: 8.748.342 penumpang
4.Baseline: Minggu ke-1 Maret 2020
Rata-rata: 1.928.207 penumpang/hari
B. Penumpang AKAP (Bus dan Kereta Api)
1. Februari 2020
Datang: 1.053.026 penumpang
Berangkat: 926.191 penumpang
Total: 1.979.217 penumpang
2. 1-15 Maret 2020
Datang: 510.915 penumpang
Berangkat: 432.264 penumpang
Total: 943.179 penumpang
3.WFH (16-22 Maret 2020)
Datang: 152.333 penumpang
Berangkat: 141.032 penumpang
Total: 293.365 penumpang
4.Pembatasan ekstrem (23 Maret-9 April 2020)
Datang: 135.822 penumpang
Berangkat: 138.387 penumpang
Total: 274.209 penumpang
5. PSBB (10 April-23 April 2020)
Datang: 28.475 penumpang
Berangkat: 39.239 penumpang
Total: 67.714 penumpang
6. PSBB (9 Mei-17 Mei 2020)
Datang: 227 penumpang
Berangkat: 485 penumpang
Total: 712 penumpang. (OL-14)
Pemprov DKI mengalokasikan Rp6,4 triliun untuk subsidi transportasi, air, dan pangan pada 2025 demi menjaga daya beli warga.
, pembukaan rute-rute baru tersebut menjadi langkah lanjutan untuk mengoptimalkan konektivitas transportasi publik yang saat ini telah mencapai 92%.
Banyak perumahan gagal dihuni akibat minim infrastruktur dasar. Wamen PU menegaskan hunian harus terintegrasi, akademisi sebut kumuh akibat sistem.
Setiap rencana pembangunan trotoar kini melalui proses negosiasi dan evaluasi yang ketat.
Menurut Arief, tingkat hunian gedung-gedung perkantoran grade AS sepanjang jalur MRT fase 1 mengalami peningkatan lebih cepat dibandingkan gedung-gedung di luar jalur MRT.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara resmi meluncurkan sistem pembayaran QRIS Tap di Stasiun LRT Pegangsaan Dua, Jakarta Utara, pada Kamis (4/12).
ANGGOTA Komisi C DPRD DKI Jakarta, Josephine Simanjuntak, menyoroti kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta dalam Rapat Komisi yang berlangsung pada Selasa (20/1).
BMKG bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta serta TNI Angkatan Udara menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jakarta dan sekitarnya
BMKG, TNI AU, dan BPBD DKI Jakarta gelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 16-22 Januari 2026 untuk cegah bencana hidrometeorologi di Jabodetabek.
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Bapenda telah menelusuri faktor penyebab anjloknya penerimaan BPHTB.
BMKG mengimbau kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah hingga akhir Januari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved