Sabtu 07 Desember 2019, 01:40 WIB

Dinkes Belum Dapat Laporan Dampak Limbah RPH Babi

Dinkes Belum Dapat Laporan Dampak Limbah RPH Babi

ANTARA
Rumah pemotongan hewan

 

KEPALA Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, mengaku belum mendapat laporan soal dampak adanya keberadaan rumah pemotongan hewan (RPH) babi di Jalan Peternakan, kawasan Kapuk, Jakarta Barat. "Saya belum dalami itu. Saya juga belum tahu bahwa pemotongan itu hasilnya apa," ujar Widyastuti di Gedung DPRD DKI, Jakarta, kemarin.

Sebelumnya, Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta, Purwanto, meminta Pemprov DKI menutup keberadaan RPH itu karena meresahkan masyarakat. Limbah dari pemotongan babi itu mencemari lingkungan dan menimbulkan bau tidak sedap

Saat menyampaikan pandangan umum, Purwanto meminta RPH itu harus ditutup karena tidak sesuai dengan Perda DKI Jakarta Nomor 4 Tahun 2007 tentang Pengendalian, Pemeliharaan, Peredaran Unggas. "Poinnya tentu setiap itu (RPH) ada perizinan. Pastinya tempat yang sifatnya usaha atau apa harus berizin. Tapi (RPH babi di Kapuk) saya belum dapat laporan," tandas Widyastuti. (Ins/J-3)

Baca Juga

MI/Fahrullah

Kemacetan di DKI Dinilai Berkurang, DPRD: Efek PSBB

👤Hilda Julaika 🕔Minggu 17 Januari 2021, 14:33 WIB
Penurunan tingkat kemacetan di wilayah Ibu Kota tecermin dari data Tom Tom Traffic Index. DKI Jakarta menduduki posisi ke-31 dari total 416...
Antara/Muhammad Adimaja

Cegah Covid-19, PMI Disinfeksi Kapal Rescue SJ 182

👤Hilda Julaika 🕔Minggu 17 Januari 2021, 13:34 WIB
Penyemprotan disinfektan dilakukan sesuai kapal mencari korban dan material pesawat Sriwijaya Air SJ 182, yang jatuh di sekitar perairan...
MI/M Irfan

Basarnas Pertimbangkan Perpanjang Pencarian Sriwijaya Air SJ-182

👤Rahmatul Fajri 🕔Minggu 17 Januari 2021, 13:30 WIB
Ia mengaku masih ada beberapa faktor untuk melanjutkan pencarian. Pertama, hingga Minggu (17/1) pagi, instrumen pesawat seperti Cokcpit...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya