Sabtu 12 Oktober 2019, 22:44 WIB

Menerobos Jalur Sepeda Akan Ditilang Mulai 20 November

Antara | Megapolitan
Menerobos Jalur Sepeda Akan Ditilang Mulai 20 November

MI/Andri Widiyanto
Papan rambu jalur khusus sepeda di kawasan Banjir Kanal Timur, Jakarta.

 

PELANGGAR jalur sepeda akan dikenakan sanksi sesuai hukum yang berlaku, yakni tilang mulai 20 November 2019 atau saat dimulainya kebijakan jalur sepeda di Jakarta.

“Tanggal 19 November 2019 kan uji coba berakhir, tanggal 20 November diterapkan," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI JakartaSyafrin Liputo di Jakarta, Sabtu.

Pihaknya terus mengevaluasi uji coba program tersebut. "Kita terus evaluasi, kita siapkan sarana dan prasarananya. Termasuk legal aspeknya melalui peraturan gubernur,” katanya.

Setelah hal tersebut dirampungkan, kata Syafrin, sudah barang tentu di dalamnya akan ada penegakan hukum. “Kalau masuk jalur sepeda yang solid kena, tapi kalau melewati jalur sepeda yang putus-putus gak kena tilang karena itu mix traffic,” katanya.

Penindakan hukuman tersebut, kata Syafrin, akan menyasar pelanggar dengan kendaraan apapun selain yang terkategori bersama sepeda, yakni kendaraan kecil dengan kecepatan maksimal 20-25 kilometer per jam.

“Tapi sekarang belum karena jalurnya belum dipermanenkan (masih diujicoba),” kata Syafrin.

Untuk sanksi yang akan diberikan, kata Syafrin, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 284.

“Terhadap pelanggaran lalu lintas untuk jalur sepeda, ini akan dikenakan sanksi tindak pidana ringan berupa pidana dua bulan atau denda maksimal Rp500 ribu sesuai pasal 284,” tutur Syafrin.

DKI Jakarta menargetkan memiliki sekitar 500 kilometer (km) jalur sepeda (dua arah) pada 2022. Pada tahun 2019 ditargetkan ada sekitar 63 kilometer.

Dari 63 kilometer, selain fase kedua sepanjang 23 kilometer antara Fatmawati Bundaran HI (dua arah) yang diluncurkan hari ini, jalur sepeda fase satu sudah dimulai tanggal 20 September lalu.

Fase satu mulai dari Jalan Pemuda, Jalan Pramuka, Tugu Proklamasi, Jalan Diponegoro, Imam Bonjol, masuk ke Merdeka Selatan, hingga MH Thamrin sepanjang 25 kilometer (dua arah).

Adapun untuk fase tigaakan dibangun mulai dari Jalan Tomang Raya, Simpang Tomang kemudian belok kanan di Cideng, Cideng Jalan Kebon Sirih, Kebon Sirih dan masuk ke Jalan MH Thamrin.(OL-4)

Baca Juga

Antara

Simak, ini Empat Layanan Kesehatan Gratis di DKI

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 25 Januari 2021, 14:35 WIB
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti menyampaikan tujuan pemberian Jaminan Kesehatan untuk warga Ibu...
MI/Fransisco Carolio

Kunjungi RSUD Cengkareng, Anies Tegaskan Covid-19 Ancaman Nyata

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 25 Januari 2021, 14:21 WIB
Anies menjelaskan, penularan terbanyak saat ini menimpa klaster...
MI/Ramdani

Kritik Dana Formula E, PDIP: Harusnya Buat Banjir dan Covid-19

👤 Hilda Julaika 🕔Senin 25 Januari 2021, 14:11 WIB
Kritik Penggunaan Dana Formula E, PDIP: Harusnya Buat Banjir dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya