Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
KEJAKSAAN Negeri Kota Depok memeriksa sekitar 30 orang terkait kasus pungutan liar sampah di Pasar Cisalak. Sayangnya, pemeriksaan tidak berlanjut dan sampai saat ini tak ada kesimpulannya. Paling ironis lagi Kepala Kejaksaan Negeri Kota Depok, Sufari, tidak bersedia menjelaskan perihal mandeknya pemeriksaan tersebut.
Uniknya lagi, Sufari justru meminta awak pers untuk mengonfirmasikan kasus tersebut ke bidang Intelijen Kejaksaan Negeri Kota Depok yang saat ini tengah menjalankan ibadah haji di Makkah. "Saya lagi pendidikan di luar Kota Depok, konfirmasi langsung ke bidang intelijen kejaksaan," elaknya, Rabu (31/7).
Baca juga: Polisi Sebut Peredaran Ganja di Kampus Libatkan Alumni
Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kota Depok, Kosasi, sebelum berangkat menunaikan ibadah haji mengungkapkan perkara pungutan liar sampah Pasar Cisalak telah diambil alih Sufari. "Kami hanya menjalankan perintah untuk memanggil dan memeriksa. Keputusan ada di beliau (Sufari), " kilahnya.
Ia bahkan bersemangat mengatakan Kejaksaan tidak bermain-main mengungkap kasus pungli sampah Pasar Cisalak. "Siapa pun kalau terbukti bersalah dan memperkaya diri, diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegasnya.
Terkait kasus pungutan liar sampah, sambung Kosasi, pihaknya sudah memeriksa puluhan orang yang diantaranya ialah Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok M. Ridwan, Kepala bidang Kebersihan DLHK Kota Depok Iyai Gumilar, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Cipayung, Ardan Kurniawan, Kepala UPT Pasar Cisalak Sutisna, dan Ketua RT 004 RW 3 Kelurahan Cisalak Pasar Iwan.
Kasus pungli sampah pasar Cisalak terjadi sejak 2016 sampai sekarang. Setiap pembuang sampah dipungli Rp500 ribu-Rp2 juta per hari/orang. Jumlah pembuang sampah mencapai puluhan orang tiap hari. Akibatnya, tiap hari sampah menggunung di tempat pembuangan sampah (TPS) Pasar Cisalak.
Keadaan ini membuat banyak pedagang Pasar Cisalak menderita penyakit infeksi saluran pernafasan. Tak hanya itu, 455 dari 1.340 pedagang pasar tersebut terpaksa menutup kiosnya karena kebauan disamping sepi pengunjung.
Sampah-sampah yang dibuang di sana adalah sampah masyarakat dari Kelurahan Cisalak (Kecamatan Sukmajaya), Kelurahan Curug, Kelurahan Mekarsari, Kelurahan Harjamukti, Kecanatan Cimanggis), sebagian sampah DKI Jakarta dan Bogor. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved