Senin 08 Juli 2019, 16:05 WIB

Depok Krisis Guru SD dan SMP

Kisar Rajaguguk | Megapolitan
Depok Krisis Guru SD dan SMP

MI/ BARY FATHAHILAH
Kegiatan belajar-mengajar di SMP Negeri 19 Depok, Pancoranmas, Dep ok, Jawa Barat.

 

KOTA Depok kekurangan ratusan guru umum untuk sekolah dasar negeri (SDN) dan sekolah menengah pertama negeri (SMPN). Untuk mengatasi kekurangan tersebut dilakukan rekrutmen tenaga honorer.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPKSM) Kota Depok Supian Suri menyebut hingga saat ini Kota Depok kekurangan guru SDN dan SMPN. Jumlah kekurangan guru SDN dan SMPN di Kota Depok mencapai ratusan orang

"Cukup banyak kekurangan guru di Kota Depok. Kekurangannya 832 orang," terang Supian, Senin (8/7).

Baca juga: Kabupaten Cianjur Kekurangan Ribuan Guru

Menurutnya, untuk memenuhi kekurangan guru akibat adanya yang pensiun dan meninggal, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengusulkan penambahan ratusan aparatur sipil negara (ASN) guru kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). “ Depok kekurangan 832 orang guru SDN dan SMPN, “ ungkapnya.

SDN di Kota Depok ujar Supian hanya memiliki 3.711 guru. Mereka itu mengajar di 262 SDN yang berjumlah 3. 468 rombongan belajar (Rombel). "Jadi, kekurangannya sebanyak 281 orang guru SDN. Ditambah kekurangan 551 guru SMPN. Jadi kalau diakumulasi mencapai 832 orang," beber Supian.

Saat ini di beberapa sekolah di Kota Depok masih ditemukan hanya terdapat 2-3 orang guru berstatus ASN. Sisanya, merupakan guru berstatus honorer. "Ini kan jadi ironis. Di satu sekolah ada yang guru berstatus ASN-nya hanya kepala sekolah, sedangkan guru-gurunya berstatus honorer," kata dia.

Tahun ini, jelas dia, Pemkot Depok terus berupaya mengajukan kuota formasi untuk menambal kekurangan pegawai, terutama bagi kalangan guru SDN dan SMPN.

Supian mengatakan usulan pemenuhan kekurangan guru untuk menggantikan guru yang pensiun dan meninggal,maka Pemkot Depok mengusulkan pengangkatan sekitar 832 orang guru kepada KemenPAN-RB.

“Pola rekrutmen guru sesuai dengan pola yang di tentukan dan berkualitas, karena guru akan mendidik anak-anak kita untuk menjadi generasi bangsa yang unggul dan berdaya saing,” ujarnya. (OL-4)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Diduga Investasi Bodong, Korban Laporkan CEO EDDCash ke Bareskrim

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Rabu 14 April 2021, 23:39 WIB
Seluruh korban investasi bodong ini mengaku tidak bisa mencairkan uang kripto dari EDDCash sejak enam bulan lalu yang menyebabkan rugi...
MI/ Ramdani

PDIP: Anggaran APBD tak Cerminkan Anies Pro Warga Miskin

👤Hilda Julaika 🕔Rabu 14 April 2021, 21:59 WIB
“Ketidakberpihakan kepada warga miskin juga terlihat dari APBD yang sangat minim untuk UMKM, malah dana UMKM datangnya dari...
Dok. Polri

Kakorlantas Jamin Pos Penyekatan Siap Halau Pemudik

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Rabu 14 April 2021, 20:35 WIB
Titik penyekatan awal jalur yang mengarah ke Jawa Tengah dan Jawa Barat yaitu di KM 31 tol Jakarta...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tajamnya Lancang Kuning di Lapangan

 Polda Riau meluncurkan aplikasi Lancang Kuning untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Berhasil di lapangan, dipuji banyak kalangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya