Minggu 07 Juli 2019, 14:45 WIB

Kabupaten Cianjur Kekurangan Ribuan Guru

Benny Bastiandy | Nusantara
Kabupaten Cianjur Kekurangan Ribuan Guru

ANTARA
Siswa-siswi SD sedang berbaris di hari pertama sekolah.

 

KABUPATEN Cianjur, Jawa Barat, masih kekurangan ribuan guru tingkat SD dan SMP. Rekrutmen tenaga honorer kategori 2 diharapkan jadi salah satu solusi mengatasi kekurangan tersebut.

"Cukup banyak kekurangan guru di Kabupaten Cianjur. Kekurangannya lebih kurang sekitar 8 ribuan," terang Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur, Oting Zaenal Muttaqien, Minggu (7/7).

Oting menyebut jumlah kekurangan guru SD di Kabupaten Cianjur mencapai lebih dari 8 ribu orang. Asumsinya, di tingkat SD yang berjumlah 1.200 sekolah, di satu kelas masih kekurangan tiga orang  guru.

"Jadi, kekurangannya sebanyak 3.600-an. Sekarang satu kelas itu ada yang kelas A dan B. Berarti 3.600 dikali dua jumlahnya lebih kurang 7.200 orang. Ditambah kekurangan guru SMP. Jadi kalau diakumulasi mencapai sekitar 8 ribu lebih," beber Oting.

Saat ini di beberapa sekolah di Kabupaten Cianjur masih ditemukan hanya terdapat satu orang guru berstatus PNS. Sisanya, merupakan guru berstatus honorer. "Ini kan jadi ironis. Di satu sekolah ada yang guru berstatus PNS-nya hanya kepala sekolah, sedangkan guru-gurunya berstatus honorer," kata dia.

Saat ini di Kabupaten Cianjur terdapar sekitar 11 ribuan guru. Oting pun ngotot pengangkatan guru honorer kategori 2 harus sesuai kebutuhan
permintaan. Tadinya, Pemkab Cianjur hanya mengalokasikan pengangkatan guru honorer K2 sebanyak 300 orang.

"Saya ngotot, pengangkatan honorer K2 harus 600 orang. Pak Plt Bupati sempat keberatan karena alokasi untuk gajinya enggak ada. Saya ini mantan TPAD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah). Jadi saya buka anatomi kerangka anggaran. Saya tunjukan alokasi anggaran gaji bisa diambil pos ini atau pos itu. Alhamdulillah, sekarang disetujui pengangkatan guru kategori K2 sebanyak 600 orang," tandasnya.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Cianjur, Tohari Sastra, mengatakan kekurangan pegawai paling banyak di kalangan guru. Ia tak memungkiri di satu sekolah negeri hanya terdapat satu orang pegawai berstatus ASN.

"Sisanya merupakan honorer. Kondisi ini tidak baik," pungkasnya.

Tahun ini, jelas dia, Pemkab Cianjur berupaya mengajukan kuota formasi untuk menambal kekurangan pegawai, terutama bagi kalangan guru. Hasil penghitungan, jumlah kekurangan pegawai di kisaran 4 ribu-5 ribu orang.

"Jumlah pegawai yang ada saat ini sekitar 13 ribuan. Kalau berhitung jumlah ideal, di Cianjur butuh sekitar 18 ribuan pegawai," kata Tohari.

(BB/OL-10)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Bareskrim Selidiki Dugaan Cagub Sumbar Curi Start Kampanye

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Selasa 24 November 2020, 17:09 WIB
Pasangan calon gubernur Sumbar, Mulyadi-Ali Mukhni melakukan kampanye di luar jadwal melalui sebuah tayangan di program televisi nasional...
DOK USU

Dua Mengundurkan Diri, Empat Orang Ikuti Audisi Calon Rektor USU

👤Puji Santoso 🕔Selasa 24 November 2020, 17:06 WIB
Empat kandidat calon rektor akan memaparkan program kerja sesuai dengan visi dan misi USU apabila terpilih sebagai rektor USU periode...
DOK MI

Pemkab Sukabumi Serahkan Bantuan 1.315 Rapid Test Kit

👤Benny Bastiandy 🕔Selasa 24 November 2020, 16:54 WIB
Pelaksanaan Pilkada yang bersamaan pandemi covid-19, harus memberikan rasa aman dan nyaman. Tak hanya bagi penyelenggara, tapi juga kepada...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya