Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Islam Internasional Indonesia (UIII) senilai Rp3,9 triliun di Jalan Raya Bogor-Jalan Insinyur Haji Juanda, Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, mulai digarap. Sudah terbangun sejumlah lantai pada megaproyek diatas lahan seluas 142,5 ha tersebut.
Kepala Biro Umum Kementerian Agama yang juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Syafrizal mengatakan pembangunan UIII merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN).
“Ini masuk PSN,“ kata Syafrizal, Selasa (2/7).
Syafrizal belum bisa menjelaskan secara detail waktu selesainya pembangunan kampus UIII dan pengoperasiannya.
"Detailnya belum tahu karena infrastruktur baru digarap tetapi berdasarkan perkiraan pembangunan UIII akan rampung 2024,” terang dia.
Pembangunan UIII, sambung dia, diharapkan mampu menjadi oase bagi perkembangan pendidikan Islam di Indonesia.
“Pemerintah ingin menyejajarkan UIII, dengan universitas Islam di luar negeri, seperti Al Azhar,” papar Syafrizal.
Nantinya, sebagian besar yang belajar di UIII merupakan mahasiswa dari luar negeri. Sekitar 70% mahasiswa dari luar Indonesia, 30% pribumi. Syafrizal berharap mahasiswa yang menimba ilmu di UIII mampu mentransformasikan ilmu yang diperoleh.
Pembangunan UIII dibagi menjadi tiga paket dengan melibatkan tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pemenang lelang paket satu yang mengerjakan gedung rektorat, gedung fakultas dan kawasan tiga pilar dikerjakan PT Waskita Karya. Kemudian PT Wijaya Karya mengerjakan pembangunan asrama mahasiswa, perumahan dosen, serta renovasi gedung RRI. Sementara PT Brantas Abipraya mengerjakan infrastruktur berupa jalan, jembatan dan lampu penerangan.
Baca juga: Lantik Rektor, Menag Harap UIII Jadi Rumah Moderasi Islam
Di kesempatan terpisah, salah satu warga yang biasa melintas di kawasan proyek UIII Rusli Nuryadin mengatakan pembangunan UIII dikebut. Sehingga jalan yang biasa dilintasi warga rusak.
“Sudah lama dibangun, kami memang sudah biasa lewat sini,” katanya.
Kondisi jalan menjadi berdebu, terlebih saat ini masuk musim panas. Dia juga mempertanyakan jalan lintas yang biasa dilewati warga, apakah dipertahankan atau ditutup.
“Kalau ditutup ya terpaksa harus mutar, kalau itu mah bagaimana kebijakan UIII saja,” tandasnya.
Terpantau dilokasi, satu dari empat tower untuk asrama mahasiswa dan rektorat sudah terbangun. Kontraktor pelaksana pun juga sudah membangun gedung rektorat serta infrastruktur jalan.(OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved