Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Pemkot Bogor Luncurkan Batik bagi ASN

Mediaindonesia.com
26/6/2019 08:40
Pemkot Bogor Luncurkan Batik bagi ASN
Peluncuran batik Aparatur Sipil Negara (ASN) di Mal Botani Square, Bogor(Ist)

BATIK merupakan salah satu identitas dari budaya bangsa Indonesia yang hingga kini masih bertahan bahkan semakin berkembang. Kota Bogor merupakan salah satu dari sejumlah kota di Tanah Air yang juga mempunyai batik khas unggulannya.

Bertempat di Mal Botani Square, pekan lalu, Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, menggelar peluncuran batik Aparatur Sipil Negara (ASN) yang juga bersamaan dengan peresmian logo 100% Bogor Pisan. Pertama kali dalam sejarah, Kota Bogor kini secara resmi memiliki batik bagi ASN yang wajib dikenakan sebagai pakaian dinas setiap Jumat.

“Ini merupakan tahap awal, dimulai dari seluruh kepala dinas, pimpinan OPD dan berikutnya akan disusul oleh seluruh ASN di Pemkot Bogor,” ujar Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, dalam keterangannya, Selasa (25/6).

Menurut Bima, motif batik khas daerahnya mewakili ikon-ikon Kota Bogor seperti kujang, uncal atau kijang, bunga bangkai, Sungai Cisadane, Kebun Raya Bogor, hingga Gunung Salak. Adapun pemilihan warna biru dan hitam sebagai cerminan bahwa ASN berwibawa dan siap melayani warganya.

“Melalui peluncuran logo 100% Bogor Pisan dan batik ASN ini kami berharap bisa untuk terus meningkatkan serta mendongkrak daya saing produk lokal Kota Bogor. Tentunya ini akan berdampak terhadap peningkatan perekonomian IKM Kota Bogor, tentunya dibutuhkan juga dukungan dari masyarakat untuk mencintai dan menggunakan produk lokal Kota Bogor,” tutur Ganjar Gunawan, Ketua Disperindag Kota Bogor.

Acara peluncuran batik ASN ini turut menampilkan peragaan busana dari tiga pengrajin yaitu Batik Tradisiku, Batik Handayani Geulis, dan Batik Pancawati yang diperagakan oleh Mojang-Jajaka Kota Bogor dan dikelola oleh Next Step Fashion Consultant.

 

Baca juga: Anies: IMB Bisa Dicabut Jika Nanti tidak Sesuai Perda

 

"Terima kasih kepada Pemkot Bogor karena telah mempercayakan fashion show-nya kepada kami. Ini menjadi suatu kehormatan bagi kami karena bisa menjadi bagian dalam salah satu momen bersejarah Kota Bogor," terang Vadiel Mekha, Founder Next Step.

Pria lulusan London School of Public Relations ini menambahkan, Kota Bogor memiliki banyak sekali potensi dalam bidang kesenian, khususnya fesyen.

"Insya Allah berkat dukungan dari Pemkot Bogor melalui Disperindag dan Dekranasda, kami yakin batik Bogor akan semakin berkembang dan bisa go-national atau bahkan go-international," imbuhnya.

Peragaan busana kali ini menampilkan sebanyak total 36 look berupa batik kekinian yang bisa dipakai untuk kegiatan sehari-hari, tentunya dengan mengedepankan motif khas Kota Bogor.

Sementara itu, untuk pembuatan batik ASN akan turut melibatkan enam pengrajin binaan Kota Bogor melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) yang diketuai Yane Ardian Bima Arya. Keenam pengrajin itu ialah Batik Tradisiku, Batik Handayani Geulis, Batik Pancawati, Batik Paniisan, Batik Mago, dan Batik Indira.

Acara pun semakin meriah, khususnya ketika puluhan Kepala Dinas dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berjalan di atas panggung bak model profesional memperagakan batik ASN Kota Bogor. Puncaknya, peragaan busana ditutup dengan Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim beserta istri, Yantie Rachim, dan Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, beserta istri, Yane Ardian Bima Arya, turut menjadi model batik ASN. (RO/OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya