Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
AKSI brutal Denny Supari, 38, membuat 10 warga harus dilarikan ke rumah sakit. Dengan mengendarai Toyota Camry, Denny menabrak satu mobil dan empat sepeda motor di sepanjang Jalan Rasuna Said-Jalan Saharjo-Jalan Minangkabau, akhir pekan lalu.
“Awalnya pelaku menabrak mobil Mercy dan bermaksud melarikan diri. Saat kabur dengan kecepatan tinggi, kendaraannya menabrak empat sepeda motor, sebelum menghajar pagar Masjid Ar Rahman, di Jalan Setia Budi, dan terhenti,” papar Kepala Subdit Pembinaan dan Penegakan Hukum, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Muhammad Nasir.
Aksi seperti yang dilakukan Denny bukan untuk pertama kali terjadi. Dalam peristiwa sebelumnya selalu banyak korban yang jatuh akibat ke-brutalan itu.
Meski belum ada hasil pemeriksaan terhadap pelaku, ia diduga dalam kondisi mabuk. Atas berulangnya kasus seperti itu, pengamat transportasi Djoko Setijowarno meminta kepolisian lebih berani dalam mengambil tindakan hukum.
“Saya melihat, selama ini polisi kurang berani menindak sopir mabuk, yang sudah berulah, bahkan merugikan dan menghilangkan nyawa orang lain,” tuturnya.
Selain hukum pidana, lanjut Djoko, polisi harus mencabut surat izin mengemudinya. “Sudah banyak kejadian, tapi saya belum pernah mendengar ada tindakan pencabutan SIM milik pelaku.”
Belum diperiksa
Siapa Denny Supari, sampai kemarin, polisi belum mengungkap jati dirinya. Seperti diungkapkan Muhammad Nasir, penyidik masih kesulitan untuk meminta keterangan dari pelaku maupun saksi.
“Penyidikan kasus ini masih terkendala pemeriksaan korban dan saksi. Pelaku masih dirawat intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan para saksi yang menderita luka ringan belum bersedia memberi keterangan karena hari libur,” lanjutnya.
Khusus untuk pelaku, Nasir menyebutkan dokter rumah sakit belum mengizinkan ia untuk diperiksa, dengan pertimbangan kondisinya belum stabil. Dokter juga tidak mengizinkan Denny dipindahkan dari RSCM ke RS Polri Kramat Jati.
Alasannya, kondisi pelaku tergolong parah sehingga harus dirawat intensif terlebih dulu. “Dokter mengatakan kami rawat dulu untuk menyelamatkannya,” ujar Nasir.
Selain menderita luka akibat benturan, saat mengemudi, pelaku juga dihajar massa yang kesal atas ulahnya. Bahkan, sejumlah warga yang ada di sekitar lokasi juga bermaksud membakar mobil pelaku, tetapi dicegah petugas Kepolisian dan anggota TNI.
Nasir menuturkan saat pe-tugas datang ke lokasi, pelaku sudah berada di luar mobilnya. Ia juga sudah dihakimi massa. “Kondisi mobil pela-ku juga sudah hancur. Ban pecah, pelek tidak berbentuk, dan seluruh kaca mobil hancur,” tambahnya.
Sebelumnya, aksi seperti yang dilakukan Denny juga pernah terjadi. Saat itu, pelaku, Apriani Susanti, baru pulang dari diskotek dan menghajar warga di Jalan MI Ridwan Rais. Sembilan orang tewas.
Aksi serupa juga dilakukan Anggara Putra Trisula, 21, pelaku tabrak lari di halaman SMA Hang Tuah 2 Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Sejumlah pelajar dan guru luka berat. (Fer/*/J-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved