Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

380 Kios Hangus di Kebakaran Pasar Blok A 

Candra Yuri Nuralam
06/3/2019 10:50
380 Kios Hangus di Kebakaran Pasar Blok A 
(Ilustrasi -- Medcom.id)

KEBAKARAN di Pasar Blok A, Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta selatan dini hari menghanguskan ratusan kios. Kebakaran menghanguskan hampir seratus persen Kawasan Blok A.
 
"Yang pasti belum, tapi ada 380-an kios, satu sektor blok A habislah. Sudah 98 persen terbakar semua itu, hanya sedikit di ujung sana pedagang ayam yang tidak terbakar," kata Kasie Opsudin Damkar Jakarta Selatan, Sugeng melalui sambungan telepon Headline News Metro TV, Rabu (6/3).
 
Sugeng menambahkan, kebakaran diduga akibat konsleting listrik dari salah satu ruko yang kemudian merembet ke ruko lainnya. Tidak ada korban jiwa dari kebakaran tersebut. 

"Sementara sampai saat ini tidak ada korban," ujar Sugeng. 

Pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk memadamkan api. Hal ini, kata Sugeng, lantaran jauhnya sumber air dari lokasi kejadian. 

"Ada beberapa kedala, pertama kita datang listrik masih menyala, ada percikan yang luar biasa dan ledakan. Kedua sumber air sangat jauh jadi sulit," tutur Sugeng.

Baca juga: Polisi: Kebakaran Kapal Muara Baru Karena Pelanggaran Prosedur 

Saat ini api sudah berhasil dipadamkan. Pemadam kebakaran hanya tinggal melakukan pendinginan kepada bara api yang berpotensi menimbulkan kembali kebakaran mengingat banyaknya barang dagangan di area tersebut.
 
"Anggota kami sedang mengurai, jadi bekas-bekas tumpukan barang dagangan karena pasti akan ada bara yang harus dipadamkan," kata Sugeng.
 
Sebelumnya, sebanyak 20 mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Diduga api berasal dari salah satu ruko yang berada sekitar lima meter dari jalur MRT. 

"(Kebakaran) tidak sampai sana (jalur MRT). Kita usahakan jangan sampai sana jadi cuma di ruko saja," tutur Basurahman. (Medcom/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya