Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KOBARAN api sempat terlihat di beberapa badan kapal di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman di Muara Baru, Jakarta Utara setelah terjadi kebakaran Sabtu (23/2) kemarin.
Berdasarkan pantauan Media Indonesia di lokasi, Minggu (24/2) sore meski api sudah sempat dipadamkan, kepulan asap masih terlihat pada beberapa kapal. Bahkan sesekali api kembali berkobar di beberapa badan bangkai kapal.
Beruntung api yang menyala itu berhasil dipadamkan oleh warga dibantu dengan pemadam kebakaran.
"Kalo masih ada asapnya gini ya masih bisa muncul lagi apinya, ini juga tiap kapal ada yang ngawasin, jaga-jaga kalo apinya nyala lagi," ujar Yani salah seorang warga yang tinggal di sekitar pelabuhan.
Warga sekitar menduga api berasal dari kapal yang sedang diperbaiki. Saat kejadian, posisi kapal memang berdekatan sehingga api dengan mudah melalap kapal lainnya.
"Yang udah udah sih biasanya karna lagi perbaikan (kapal), lagi nge-las. Mungkin percikan apinya itu nyamber ke solar. Posisi kapal dempet, itu yang pertama kebakar ada di tengah, yaudah nyebar jadinya," tambah Yani.
Saat berada di lokasi terlihat bangkai kapal berada di tepi pelabuhan. Ada bangkai kapal yang berdekatan dan terlihat ada yang cukup jauh dari pandangan.
Menurut warga sekitar, kapal bergerak akibat angin laut, bukan dipindahkan ataupun diderek.
"Namanya angin laut ya lebih kenceng, siapa juga yang mau geser kapalnya, panas gitu abis kebakar," terang Yani.
Baca juga: Polisi Catat 34 Kapal Terbakar di Pelabuhan Muara Baru
Saat menanyai tentang aktivitas melaut, seorang ABK (anak buah kapal) yang kapalnya berhasil diselamatkan mengatakan, "Yang melaut ya melaut. Terganggu paling cuma telat berangkat aja," ujar ABK yang menolak disebutkan namanya.
Ia mengatakan, banyaknya kapal yang ikut terbakar dikarenakan mesin dalam keadaan mati. Belum lagi banyak kapal yang berebut untuk keluar dari area pelabuhan.
"Pas kebakaran itu kapal kan posisinya pada mati. Mesin kapal itu gak kaya mesin (sepeda) motor, gampang ngehidupinnya, kapal itu lama. Belum lagi pada berebut keluar dari sini," tambahnya yang sudah melaut selama 5 tahun itu.
"Ya kalo kebakar gini udah biasa, tapi ini kan jumlahnya hampir 30 kapal, itu banyak juga. Biasanya cuma satu atau dua dipadaminnya juga gampang," jelasnya.
Sebelumnya, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu melaporkan ada 18 kapal yang terbakar di dermaga Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (23/2)
Suara ledakan sempat terdengar pada sekitar pukul 15.44 WIB dari salah satu kapal yang terbakar di Pelabuhan Muara Baru. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved