Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Tanpa Wakil Gubernur Kinerja Anies Jadi Kendur

MI
21/2/2019 09:20
Tanpa Wakil Gubernur Kinerja Anies Jadi Kendur
(ANTARA FOTO/Putra Haryo Kurniawan)

LAMBANNYA proses pemilihan wakil gubernur juga membuat Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi gerah.

"Cuma dua partai saja susah sekali menentukan dua nama calon wakil gubernur," keluhnya, kemarin.

Politikus PDIP itu menilai proses pemilihan calon Wakil Gubernur DKI sudah berlarut-larut. Tujuh bulan gubernur bekerja sendiri, lanjutnya, itu waktu yang sudah terlalu lama. Memimpin Jakarta tidak mudah, karena itu seharusnya pemilihan wagub pengganti bisa dipercepat.

"Dua partai pengusung, Gerindra dan PKS sudah berembuk, sampai harus mengadakan tes kepatutan dan kelayakan. Saya heran, kok belum ketemu juga sampai sekarang," tandasnya.

Ia menyebutkan, tanpa wakil gubernur, kinerja Pemprov DKI mengendur. Indikasinya, proses rotasi pejabat eselon dua tidak kunjung tuntas sehingga empat kepala dinas dan badan masih dijabat pelaksana tugas. "Tujuh bulan tanpa wagub, kinerja pemprov memang melambat," tegasnya.

Namun, penilaian Prasetyo itu disanggah Gubernur Anies Baswedan. "Saya sudah bekerja maksimal meski tanpa didampingi wagub. Indikator kinerja ada kriteria yang jelas dan tidak hanya dilihat dari pembangunan fisik dan rotasi pegawai."

Ia mengaku dampak tanpa wagub hanya kepada pengaturan jadwal pada kegiatan seremonial saja. "Jadwal saya menjadi lebih padat. Itu saja."

Untuk mendapatkan pengganti Sandiaga, partai pengusung duet Anies-Sandi, yakni Gerindra dan PKS, sepakat memberikannya kepada politikus PKS. Namun, prosesnya berlarut-larut. Terakhir, tes uji kelayakan dan kepatutan sudah dilakukan 27 Januari-9 Februari untuk memilih dua dari tiga nama calon, yakni Abdurrahman Suhaimi, Ahmad Syaikhu, dan Agung Yulianto.

Hasil tes diabaikan karena kedua partai sepakat meminta restu dari pengurus pusat partai mereka untuk menentukan dua nama cawagub.

Sering dituding sebagai penghambat, Ketua Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik mengaku pihaknya sudah siap mengajukan dua nama. "Kami menunggu dua nama dari PKS, yang masih diolah di DPP mereka. Saya targetkan, dua nama sudah diserahkan pada gubernur, pekan ini."    (Put/J-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : PKL
Berita Lainnya