Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

KCBI Ajak Masyarakat Cinta Kain Lurik

Tosiani
19/2/2019 21:05
KCBI Ajak Masyarakat Cinta Kain Lurik
(MI/tosiani)

SEKITAR 10 pengrajin dan pengusaha kain memamerkan hasil karya kain lurik di Lantai 3 Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (19/2). Ada yang murni kain lurik, pakaian jadi bermotif lurik, juga aksesoris dan sandal berbalut kain lurik. Pameran bertajuk 'Apresiasi Budaya' tersebut akan berlangsung hingga Rabu (20/2) besok.

Kain-kain lurik yang dipamerkan, menurut Ketua Umum Komunitas Cinta Berkain Indonesia (KCBI) Sita H Agustanzil, berasal dari sentra kain lurik Yogyakarta dan Solo, juga ada kain lurik khas Batak, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Tujuan penyelenggaraan kegiatan ini, menurut Sita, dalam rangka menggalakan pasar lurik dan tenun motif garis Nusantara. Dipilih tenun garis, karena semula KCBI fokus pada batik dan songket. Sementara kain lurik kurang populer ketinbang batik dan songket.

"Jadi kita memasyarakatkan, dan agar lurik lebih dikenal dan dapat bersaing dengan produk kain tradisional lain," ujar Sita, Selasa malam, di sela pameran.

Menurut dia, acara tersebut merupakan rangkaian acara HUT KCBI yang puncaknya akan digelar pada Maret mendatang. Sebenarnya kain lurik lebih khusus dikenalkan pada anggota KCBI saja.

Namun, bila ada masyarakat umum yang ingin menyaksikan pameran dan membeli kain dipersilahkan untuk datang.

"Kita mencoba mengenalkan lebih dalam untuk masyarakat khususnya anggota kita. Apresiasi budaya kita beri pada anggota untuk lebih kenal dan cinta kain Indonesia. Kita coba lihat animonya dulu, kelihatannya besar," ujar Sita.

Ketua Panitia Pameran Kain Lurik, Nany Harahap, menyebutkan, jumlah anggota KCBI secara keseluruhan mencapai 2.500 orang. Termasuk anggota dari dua cabang di luar negeri yakni Amerika (San Fransisco) dan Australia (Perth).


Baca juga: Fasilitas Olahraga Gratis bagi Siswa Jakarta


"Kita undang anggota, tapi kalau masyarakat luar ada, boleh hadir," kata Nany.

Acara ini, katanya, berlangsung selama dua hari 19-20 Februari tiap pukul 10.00 WIB hingga 21.00 WIB. Pada acara penutupan Rabu (20/2) besok akan ada demo tenun dengan alat sederhana oleh Ny Linda Basofi Sudirman, sekitar pukul 15.00 WIB.

"Kita kan komunitas cinta berkain, jadi harus pakai kain nusantara. Jadi sudah kesadaran sendiri kalau ada kegiatan selalu memakai kain," kata Nany.

Nandhia, 32, salah seorang peserta pameran dari Jakarta, mengatakan, respons masyarakat pada pameran kain lurik amat positif. Apalagi lurik bagian dari seni budaya.

"Tadi ramai, apalagi pas pembukaan ada fashion show. Respon masyarakat bagus," katanya.

Ebby,27, peserta pameran lainnya, mengaku menjual kain lurik dari merk Prasojo dengan kisaran harga Rp100 ribu- Rp1 juta. Ada pula kain lurik yang dikombinasi dengan bordir.

"Kain lurik Prasojo dari Klaten cukup dikenal, bahkan sudah sampai eksport ke Asia dan Eropa," katanya.

Ermy, 50, pengrajin kain lurik yang juga ikut pameran tersebut, mengaku menjual kain, aksesoris, dan sendal lurik dengan harga terjangkau. Sandal lurik dijual dengan kisaran harga Rp30 ribu-Rp40 ribu per unit, aksesoris Rp50 ribu-Rp150 ribu, dan kain lurik dari Rp50 ribu-Rp100 ribu per lembar. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya