Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Banjir Besar Diprediksi Landa Ibu Kota pada Februari

Putri Anisa Yuliani
01/12/2015 00:00
Banjir Besar Diprediksi Landa Ibu Kota pada Februari
(MI/Galih Pradipta)
Kepala Satuan Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Deni Wahyu mengatakan pihaknya kini bersiap menghadapi banjir besar yang diprediksi menerjang Jakarta pada bulan Februari mendatang. Ini merupakan informasi yang didapatkan Deni dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Curah hujan normal yang turun di Ibu Kota saat normal ialah 50mm hingga 100 mm perhari. Deni mengatakan jika lebih dari itu maka sudah dikategorikan hujan lebat. Puncak tertinggi curah hujan yang pernah turun di Jakarta yakni 380 mm. Jika itu terjadi maka potensi banjir semakin besar terjadi.

"Bulan Februari merupakan akhir peningkatan curah hujan tinggi di DKI. Sehingga ada kemungkinan turunnya hujan dengan intensitas lebat secara bersamaan baik di banyak titik maupun secara bertahap," kata Deni dalam acara Optimalisasi Koordinasi Penanggulangan Bencana Banjir di Balai Kota, Selasa (1/12).

BPBD pun menyiapkan skenario penanggulangan bencana terburuk apabila terjadi hujan lebat dalam satu hari sekaligus dan bisa meningkatkan debit air sungai-sungai di Jakarta. Deni melanjutkan, hal yang lebih dikhawatirkan adalah jika hujan lebat tidak hanya terjadi di Jakarta tetapi hulu sungai yakni Bogor, Puncak, Depok dan sekitarnya.

"Kalau di sini turun hujan dan di Bogor juga hujan, perlu ada gerakan antisipasi. Karena peningkatan debit air. Nah itu akan dibentuk dalam rencana kontingensi (rekon). Ini evaluasi kecil ketika skenario berubah maka rekonnya juga akan berubah. Kami buat rekon dengan skenario yang paling buruk," tambahnya.

Mengantisipasi banjir, pihak BPBD telah menyiagakan genset untuk menghidupkan pompa terutama di wilayah-wilayah yang dekat dengan stasiun pompa mengantisipasi dimatikannya aliran listrik oleh PLN. Sebab, sesuai dengan standar operasional prosedur siaga banjir jika genangan sudah mencapai tinggi 50 cm hingga 100 cm di pemukiman, listrik wajib dimatikan untuk menghindari terjadi korsleting dan serta tersengatnya warga.

"Kami sudah dapat informasi dari teman-teman di lapangan melalui rekon ini, di tingkat RW kerika hujan besar dengan tinggi genangan 50cm-100cm itu sudah kategori membahayakan karena ada stop kontak di bawah. PLN akan menyetop aliran listrik. Supaya tidak ada korban tersengat listrik," ujarnya.

Diperkirakan ada 201 RW yang tersebar di 57 kelurahan yang terdampak banjir periode musim hujan tahun ini. Asisten Sekretaris Daerah Bidang Kesejahteraan Rakyat (Askesra) DKI, Bambang Sugiyono dalam acara yang sama menilai persiapan banjir yang dilakukan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sampai saat ini belum memadai.

Belum adanya data keaktifan dan inventarisasi posko-posko bencana di tingkat RW serta jumlah petugas kesehatan yang bisa diterjunkan membuatnya ragu sehingga kegiatan gladi bersih posko banjir harus dilakukan dalam waktu dekat. Para SKPD pun diminta menginventarisasi kapasitas dan kebutuhannya dalam menghadapi banjir.

"Kurang tajam. Saya tidak melihat di sini ada ketegasan berapa personil yang akan turun dari Dinas Kesehatan, berapa kemampuan posko-posko kita. Segera inventarisasi dan laporkan ke Sekda. Supaya ketika kurang, Sekda bisa menginstruksikan SKPD terkait untuk memenuhi kebutuhan," kata Bambang.

Di samping itu, belum hadirnya solusi penyediaan air bersih dan toilet darurat juga menjadi salah satu catatan Bambang.

"PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) dan Dinas Kebersihan harusnya juga hadir disini dalam rangka penyediaan air bersih dan kebutuhan toilet," ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI, Soebedjo mengungkapkan pihaknya sudah menyiagakan 450 personilnya di seluruh wilayah tidak hanya untuk mengantisipasi kebakaran tetapi juga bencana banjir. Ia pun juga menyiagakan mobil pompa air untuk membantu memompa air yang membanjiri permukiman warga.(Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya