Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Aliran Barat dan Timur Jakarta Tak Siap Hadapi Banjir

Ciputri Hutabarat
26/11/2015 00:00
 Aliran Barat dan Timur Jakarta Tak Siap Hadapi Banjir
(ANTARA/Sigid Kurniawan)
Gubernur DKI Jakarta, Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama mengakui aliran Barat dan Timur DKI tidak siap menghadapi banjir. Ahok menjelaskan, menurut kajian Belanda sejak tahun 1973, Jakarta perlu Waduk di bagian Timur dan Barat Jakarta.

"Pompa Tanjungan deket GOR Cengkreng harusnya ada 90 hektare waduk. Di Timur juga sama, ada 30-50 hektare waduk," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (26/11).

Waduk timur dan barat, ujar Ahok, berfungsi untuk memecah aliran air yang sekarang berpusat di Waduk Pluit, Jakarta Utara. Sebab, ketinggian banjir ketika laut pasang diperkirakan mencapai 2,8 meter di atas daratan.

"Sementara kita enggak punya waduk di barat dan timur. Nah kalau ada hujan dan banjir kiriman, surutnya bisa butuh sehari," jelas Ahok.

Untuk mengatasi hal itu, kata Ahok, DKI akan membangun sejumlah waduk. Salah satunya Waduk Marunda di timur. Namun, masih dalam upaya pengurusan tanah di Cakung Grand. "Kita lagi kerjain temboknya dan kita butuh dua tiga tahun lagi," ucap Ahok.

Kendati demikian, Ahok memastikan jalur tengah DKI Jakarta siap menghadapi banjir. Sebab, dia bilang Waduk Pluit sudah dibereskan dan sejumlah pompa sudah ditanam untuk menguras air kalaupun banjir datang. "Aliran tengah aman," tandas Ahok. (Q-1)






Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya