Nelayan Muara Angke Berharap Reklamasi Berdampak Positif
Sidik P
23/11/2015 00:00
(MTVN)
PARA nelayan di Muara Angke, Jakarta Utara, meminta mereka dilibatkan secara positif dalam proyek reklamasi Teluk Jakarta. Bahkan para nelayan tersebut berharap bisa maju bersama seiring perkembangan modernisasi Kota Jakarta. ''Kami selalu mendukung program pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan reklamasi di Teluk Jakarta. Para nelayan di sini yakin pihak pemda memikirkan semuanya matang-matang. Namun kami juga ingin dilibatkan pengerjaan proyek reklamasi ini,†kata nelayan Muara Angke Syahrir, Jakarta, hari ini.‎ Ia berharap pemprov DKI Jakarta dan pengembang Pluit City serta pengembang lainnya yang juga akan melakukan reklamasi terus memperhatikan nelayan setempat yang masih sering melaut melewati Teluk Jakarta dan memikirkan agar nelayan setempat bisa ikut berkontribusi dalam mega proyek tersebut. Salah satu hal yang minta diperhatikan adalah akses mereka untuk melaut serta berbagai fasilitas penunjang kegiatan ekonomi nelayan di Muara Angke diperbaiki. Mereka juga membuka diri untuk pelatihan-pelatihan yang diadakan para pengembang supaya nantinya mereka dapat berkontribusi dan bekerja pada proyek reklamasi Teluk Jakarta. Syahrir sangat menyayangkan adanya LSM yang menolak reklamasi dengan mengatasnamakan nelayan Muara Angke. Mereka seolah-olah ingin memperjuangkan nasib nelayan padahal mereka sebenarnya bukanlah warga Muara Angke dan mereka tidak tahu menahu mengenai apa yang diinginkan dan dibutuhkan nelayan Muara Angke. ''Kami nelayan Muara Angke tidak kenal mereka dan tidak tahu agenda apa yang mereka bawa. Mereka menolak pembangunan pulau G atau Pluit City seolah-olah mewakili kami, bahkan mereka menyebutkan hal-hal yang tidak sesuai dengan fakta yang kami alami†katanya. Selama ini kalaupun ada organisasi nelayan yang sudah cukup lama dikenal di Muara Angke adalah Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI). Dan hubungan antara nelayan, Pemda DKI, serta HNSI baik-baik saja. ''Tapi kenapa sekarang kok tiba-tiba ada organisasi nelayan yang menggugat reklamasi pulau G atau Pluit City dengan membawa-bawa nama kami. Kami tidak kenal dengan mereka,†tambah Syahrir. Menurut Syahrir, hubungan antara nelayan Muara Angke dengan pihak Pluit City selama ini baik-baik saja. Bahkan pihak Pluit City banyak membantu warga mulai dari pembangunan rumah pintar, masjid, menyekolahkan serta membiayai kuliah anak-anak nelayan, dan bantuan lainnya.‎ Sementara itu AVP Public Relations and General Affair Pluit City Pramono mengatakan, pihaknya akan terus memperhatikan aktifitas nelayan termasuk akses melaut dan pengembangan nelayan itu sendiri. Pluit City juga sudah dan akan terus menjadikan Amdal sebagai pedoman dalam melaksanakan proyek reklamasi agar kebersihan dan kelestarian lingkungan tetap terjaga dengan baik. Bahkan antara masyarakat Muara Angke dan mereka yang tinggal di pulau hasil reklamasi nantinya bisa hidup berdampingan secara harmonis. Misalnya, anak-anak nelayan akan diberi pendidikan dan pelatihan khusus agar bisa memenuhi kriteria tuntutan lapangan kerja di sekitar Pluit City. (H-2)