Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Pengurus P3SRS MK Diintimidasi

Selamat Saragih
23/11/2015 00:00
Pengurus P3SRS MK Diintimidasi
(ANTARA/Zabur Karuru)
INTIMIDASI dan tindak kekerasan dialami sejumlah pengurus Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun perkantoran Menara Kuningan (P3SRS MK) Jalan H.R. Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat - Sabtu (20-21/11) kemarin. Menyusul, sekitar 50 orang tak dikenal yang diduga membawa senjata api melakukan intimidasi kepada pengurus P3SRS MK dengan cara memaksa masuk ke ruangan pengurus P3SRS MK serta menyegel ruangan tersebut. 

Sikap arogan tak berhenti di situ. Salah seorang asisten pengurus P3SRS MK, Christine, 'dipersulit' oleh mereka mulai dari Jumat (20/11) sore hingga Sabtu (21/11) siang, seperti dimatikan aliran listrik ke kantor badan pengelola dengan tujuan Christine segera meninggalkan ruangan kantor badan pengelola. Atas kejadian itu, rencananya pihak P3SRS MK akan melaporkan dugaan tindak pidana intimidasi dan perbuatan tidak menyenangkan tersebut ke kepolisian, Senin (23/11). 

''Aliran listrik dimatikan sekitar jam 3 pagi dilanjutkan dengan intervensi penarikan satpam yang berjaga di kantor badan pengelola hingga tidak ada satupun satpam di kantor tersebut. Sementara sekitar 12 tenaga keamanan yang katanya mendapat perintah dari 'pengurus hasil RULB' yang diketuai Jenderal HP bergerombol di depan pintu badan pengelola dan melarang saya masuk kembali ke kantor badan pengelola setelah dari toilet. Upaya intimidasi agar saya meninggalkan ruang kantor ini sungguh tidak bisa diterima. Karena itu kami akan melaporkan kejadian ini,'' ujar Christine, kepada wartawan, kemarin.

Pengurus P3SRS MK lain, Ismed Sitepu menyatakan masuknya 50-an orang tak dikenal suruhan Jenderal HP tersebut dinilai telah mengganggu stabilitas operasional gedung perkantoran. Bahkan, jika kondisi ini berlanjut dan berlarut-larut, tidak menutup kemungkinan manajemen pengelolaan gedung yang selama ini berjalan baik ke depan bisa terhambat, bahkan sampai tidak beroperasi.

''Manuver mantan Jenderal ini sudah mengganggu kenyamaman ribuan karyawan dari ratusan kantor yang berdomisili di sini,'' ungkap Ismed.

Ketua Dewan Pengawas P3SRS MK Dr Rufinus Hutauruk menyayangkan peristiwa kekerasan yang terjadi di Menara Kuningan. Bahkan, sampai membuat banyak security yang memilih tidak masuk kerja karena takut.

''Sayang sekali kalau ada seorang mantan jenderal menjadi alat pengusaha. Jika ada ketidakpuasan ya layangkan gugatan ke pengadilan. Jangan malah melanggar aturan yang berlaku. Ini bukan jaman Orba,'' beber Rufinus. (J-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya