Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Cegah Tarik Tunai, Proteksi KJP Ditingkatkan

Irene Harty
10/11/2015 00:00
 Cegah Tarik Tunai, Proteksi KJP Ditingkatkan
(ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna)
Kartu Jakarta Pintar (KJP) tahap I sudah bergulir sekitar tengah tahun ini. Namun dalam pelaksanaannya terindikasi banyak penggunaan KJP tidak sesuai dengan tujuannya yakni keperluan sekolah sampai kesehatan anak.

Corporate Secretary Bank DKI, Zulfarshah, menyebutkan untuk penyaluran KJP tahap II pada akhir November ini, distribusi akan diperketat. "KJP ini enggak bisa tarik tunai tapi harus dibelanjakan sesuai dengan kebutuhannya, seperti buku, peralatan sekolah, atau untuk perbaikan gizi membeli susu atau kacamata," ungkapnya usai acara puncak Pasar Cerdas Finansial Sejak Dini di SDN Cililitan 02/04 Pagi, Jakarta, Selasa (10/11).

Selain meniadakan tarik tunai KJP, pihak bank terus bekerja sama dengan merchant-merchant untuk melindungi penggunaan KJP. Bank DKI menghimbau ke merchant-merchant untuk melarang penggunaan KJP selain untuk kebutuhan yang sudah disebutkan di atas.

"Kita akan sosialiasiakan secara terus menerus, kita siapkan poster akan dipasang bahwa penerima KJP harus begini-begini, termasuk penggunaan PIN disosialisasikan secara terus menerus. Pengguna KJP harus pintar," jelas Zul. Sosialisasi juga dilakukan ke sekolah-sekolah lewat video agar tidak ada penyalahgunaan.

Dari sistem proteksi juga dilakukan lewat mesin EDC juga prima sehingga penggunaan untuk hal lain seperti membeli bensin tidak dapat dilakukan. Rencananya KJP tahap II diterbitkan sebagai kartu combo yang bisa juga digunakan untuk naik Transjakarta.

"Kalau dulu mesti nunjukkin KJP lalu dicatat baru bisa naik Transjakarta nanti tinggal tap langsung bisa masuk," tambahnya. Zul berharap akhir tahun ini rencana itu bisa terealisasi.

Sejauh ini KJP tahap I sudah tersalur ke 489.150 siswa dan akan bertambah 172.064 siswa pada tahap II. Dari jumlah tersebut sebanyak 62.026 siswa naik Transjakarta dengan per hari mencapai 36 orang. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya