Kabag Ops Ditlantas Polda Metro Jaya AKB Sutimin menyebutkan asa 79 titik di Jakarta yang rawan genangan saat musim hujan. Ia menyatakan jumlah tersebut tidak berbeda jauh dengan tahun lalu. Menurutnya kebanyakan dari titik-titik rawan genangan itu ada di jalan yang permukaannya rendah.
"Selain itu muncul genangan karena sanitasinya buruk. Untuk itu nanti ada penanda yang memberitahu berapa kedalaman air agar masyarakat bisa waspada ketika melintas," kata Sutimin di Polda Metro Jaya, Jakarta, usai Apel Siaga Banjir, hari ini.
Selain genangan, Sutimin mengungkapkan ada 67 lokasi rawan kemacetan saat musim hujan yang tidak hanya disebabkan oleh genangan, juga karena pohon tumbang dan jalan rusak. Rinciannya adalah 15 lokasi di Jakarta Selatan, 17 lokasi di Jakarta Timur, 13 lokasi di Jakarta Pusat, 10 lokasi di Jakarta Barat, dan 12 lokasi di Jakarta Utara.
"Antisipasi kemacetan saat musim hujan ialah dengan mengalihkan kendaraan ke jalur alternatif. Jika jalur arteri tidak bisa dilewati, tapi bersinggungan dengan jalan tol, mereka bisa melaluinya. Sebelumnya, kami akan koordinasi terlebih dahulu dengan pengelola jalan tol," jelas Sutimin.
Pada kesempatan yang sama, Wadirlantas Polda Metro Jaya AKB Valentino Tatareda pihaknya sudah mempersiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi ancaman banjir. Sebanyak 200 personel disiapkan dan merupakan gabungan dari Polda Metro Jaya dan Polres di lima wilayah di Jakarta. Berbagai peralatan juga sudah disiapkan, seperti mobil dan mobil patroli dengan ground clearance tinggi.
"Berbagai persiapan yang ada baru untuk antisipasi awal, tapi siaga 24 jam. Seperti yang diketahui, beberapa hari kemarin ada genangan dan pohon tumbang. Satgas banjir dari kepolisian yang akan turun ke lapangan dengan koordinasi dengan instansi terkait, seperti TNI, Basarnas, dan Pemprov DKI," tandas Valentino. (Q-1)