Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

DPRD Sebut Jak Lingko Tepat bagi Kelas Menengah ke Bawah

Ferdian Ananda Majni
16/10/2018 22:45
DPRD Sebut Jak Lingko Tepat bagi Kelas Menengah ke Bawah
(Dok. DPRD DKI)

ANGGOTA Komisi B Taufik Azhar mengatakan, keberadaan transportasi Jak Lingko dinilai tepat dan berdampak baik bagi kalangan masyarakat kalangan menengah ke bawah.

"Kami harapkan kepada gubernur, 1 tahun ke depan untuk anggota bus kecil dari perumahan digratiskan, tetapi yang dibebankan bus besar atau sedang karena sangat membantu," tutur Taufik, Selasa (16/10), di ruangan Rapat Komisi B, Gedung DPRD DKI Jakarta.

Menurut Taufik, keberadaan Jak Lingko juga sangat membantu anak-anak untuk ke sekolah, di samping bermanfaat bagi masyarakat menengah ke bawah.

"Alhamdulillah, dengan adanya program ini sangat membantu. Kalau bisa semua moda angkutan lebih baik gratis untuk menghindari kemacetan dan kecelakaan," terangnya.

Ia menambahkan, ketersediaan armada untuk program Jak Lingko akan dinilai dari kebutuhan. Ia pesimistis target sekitar 8.000 armada pada 2020 akan terpenuhi bila program tersebut tidak didorong lebih kuat.

"Kelihatannya pada 2018 ini tidak capai 1.000 nah itu harus dipacu. Jadi target ini bisa tidak dipenuhi 8.000 lebih sampai dengan 2020. Memang pemangkasan dari 16.000 bus kecil akan dipotong 50%, nanti sisanya akan dianggarkan jadi bus sedang," tutur Taufik.

Ia tidak menampik banyak kendala yang ditemukan dalam masa uji coba Jak Lingko atau OK Otrip sebelumnya. Oleh karena itu, ketersediaan armada harus ditambah.

"Target bisa bertahap, karena ini bersubsidi dan dibayar full per hari oleh Pemprov DKI," sebutnya.

Berdasarkan hasil kesepakatan bersama, alokasi anggaran untuk program Jak Lingko ke depannya akan disesuaikan dengan pengajuan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Program OK Otrip mengintegrasikan transportasi di Jakarta. Penumpang cukup membayar Rp5 ribu dalam rentang waktu tiga jam untuk menggunakan angkutan perkotaan, mikrolet, dan bus Transjakarta. Sejak diluncurkan pada pertengahan Januari lalu, OK Otrip telah menjalani tiga kali perpanjangan masa uji coba.

Uji coba pertama diterapkan pada pertengahan Januari hingga April 2018, diperpanjang kembali hingga 15 Juli 2018, dan terakhir OK OTrip diperpanjang hingga pertengahan Agustus 2018 lalu.

Pada 8 Oktober 2018 lalu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengubah nama OK Otrip menjadi Jak Lingko. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya