Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Toko Modern di Bogor Dilarang Pakai Kantong Plastik Mulai Desember

Dede Susianti
15/10/2018 20:40
Toko Modern di Bogor Dilarang Pakai Kantong Plastik Mulai Desember
(Antara)

WALI Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan per 1 Desember, semua toko modern harus sudah tidak lagi menggunakan kantong plastik belanja.

Larangan tersebut telah dituangkan dalam peraturan wali kota. Bima mengaku Pemkot sudah melakukan sosialisasi.

"Yang penting sosialisasi karena kuncinya ada di situ. Dan sampai sekarang tidak ada masalah, semua mendukung. Satu Desember semua toko modern sudah semua," kata Bima seusai rapat naturalisasi DAS Ciliwung dan Cisadane, di Ruang Paseban Punta, Balaikota Bogor, Senin (15/10).

Perwali No 61 Tahun 2018 tentang pengurangan penggunaan kantong plastik diterbitkan dua bulan silam, tepatnya pada 5 Agustus 2018. Pro kontran pun mencuat di kalangan pelaku usaha.

Bima menilai hal itu biasa terjadi atas kebijakan baru. "Ya enggak apa-apa. Kebijakan itu pasti ada pro dan kontra. Tapi ini kan sudah dihitung matang, supaya sampah plastik berkurang. Ini menuju Bogor bebas plastik," kata Bima.

Soal ada yang mendukung dan ada yang tidak mendukung, selalu seperti itu. Namun, Pemkot Bogor sudah belajar dari kota lain yang lebih dulu menerapkan dan kebijakan tersebut tetap berjalan.

"Kami belajar dari kota lain. Belajar dari Ibnu Sina di Kota Banjarmasin. Itu luar biasa. Wali Kotanya curhat, pada awalnya banyak tantangan. Tapi lama-lama berjalan dengan baik," ujarnya dengan nada optimistis.

Di kesempatan yang sama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor Elia Buntang menyebut pihaknya masih terus melakukan sosialisasi.

"Kita terus sosialisasi. Jangan tanya sudah berapa mal atau toko, saya tidak bisa menghitung. Tapi setiap hari kami jalan," ungkap Elia.

Dia mengatakan, jika efektif semua, pelarangan itu bisa mengurangi sampah plastik hingga 5%. Untuk tahap awal, target atau sasarannya adalah baru pada pasar modern, seperti mal, swalayan, toko atau ritel.

"Target kita melihat ini yang paling mudah disosialisasi. Orang berpendidikan disasar dulu, mengerti tidak. Jika yang ini sudah. Gampang ke tradisional," papar Elia.

Dia mengatakan, soal sampah bukan hanya permasalahan Bogor, melainkan juga permasalahan global. Kota Bogor merupakan kota ke-4 setelah Banjarmasin, Balikpapan, dan Kabupaten Bandung, yang melarang penggunaan kantong plastik oleh toko modern.

Lebih detailnya, Kepala Bidang Persampahan DLH Mochamad Ade Nugraha mengatakan sosialisasi ke mal-mal dilakukan pada setiap Sabtu-Minggu dengan durasi 1,5 jam. Sosialisasi juga dilakukan di lokasi-lokasi lain, di tempat publik seperti di taman-taman kota dengan targetnya masyarakat.

Berdasarkan fakta yang ada, Indonesia menjadi negara dengan penyumbang sampah plastik ke lautan terbanyak ke-2 setelah Tiongkok. Kemudian, di Kota Bogor sendiri tumpukan sampah mencapai 700 ton per hari dengan jumlah sampah plastik yang diperkirakan bisa mencapai 100 ton per hari.

Sementara itu, pihak ritel menginginkan pihak Pemkot Bogor, mendiskusikan terlebih dahulu atas kebijakan tersebut.

"Secara umum kami akan mendukung kebijakan pemerintah. Tapi sebelumnya diskusikan atau bahas bersama dulu," kata Regional Corporate Communication Manager Alfamart, Budi Santoso, Senin (15/10).

Budi mengatakan, pihak Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) sudah bersikap atas kebijakan yang sama yang diterapkan di Banjarmasin.
"Biar satu suara, silahkan ke Aprindo. Sudah ada surat yang menyatakan sikap kami,"pungkasnya. (A-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya