Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Sekda DKI: Pemkot Jakarta Selatan Rapornya Jelek Sekali

Selamat Saragih
02/10/2018 18:30
Sekda DKI: Pemkot Jakarta Selatan Rapornya Jelek Sekali
(MI/Rommy Pujianto)

hasil evaluasi satu per satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) menunjukkan kinerja penyerapan anggaran yang masih rendah.

"Salah satunya yang disoroti adalah kinerja Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan rapornya jelek sekali," ungkap Saefullah, di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (2/10).

Karena itu pula, sehari sebelumnya, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar memberi sanksi kepada setiap kepala SKPD yang penyerapan anggarannya rendah. Ia mengusulkan pemotongan tunjangan kinerja daerah (TKD) untuk kepala dinas.

Sejumlah program di Pemkot Jakarta Selatan yang disoroti adalah rehabilitasi dan renovasi bangunan pemerintahan. Ada sejumlah kegiatan gagal lelang, seperti pembangunan kantor camat Mampang Prapatan, kantor lurah Karet, dan kantor lurah Kuningan Timur.

Sekda DKI sangat menyayangkan prestasi rendah dari kepala SKPD tersebut. Padahal kegiatan diusulkan sendiri oleh SKPD. Anggaran juga sudah bisa digunakan sejak awal tahun.

Terkait penyerapan APBD rendah, Sekda DKI akan mempertanyakan kepada kepala SKPD satu per satu. "Januari itu sudah bisa lelang dia. Kenapa baru ribut pas hari terakhir begini mau tutup tahun? Itu saya sayangkan kinerja seperti itu," kata Saefullah.

Dia menambahkan, banyak alasan yang diungkapkan SKPD. Misalnya menunggu laporan hasil pemeriksaan (LHP).

Namun, tetap saja Saefullah tidak bisa menerima alasan-alasan itu. Apalagi, progres renovasi kantor pemerintahan di wilayah kota administrasi lainnya relatif baik.

"Karena itu kan dari Januari. Ini Januari tidur, Februari ngantuk, Maret ngantuk lagi, April tidur lagi. Bagaimana ini?" cetus  Saefullah. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya