Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
MASALAH tunggakan pembayaran jaminan kesehatan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan berdampak pada obat yang diterima pasien di RSUD Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Sri Purnamawati, salah satu pasien asal mengatakan menurut catatan resep seharusnya ia mendapatkan lima jenis obat. "Tapi petugas bilang yang tersedia cuma ada satu, yang racikan," ujarnya kepada Media Indonesia, Jumat (21/9).
"Yang tidak ada malah obat-obat yang penting yang sangat saya butuhkan," imbuh perempuan 69 tahun yang menjalani operasi di kedua lututnya.
Karena sangat membutuhkan, Sri terpaksa membeli sendiri obat-obat yang tidak ada tadi di apotek dengan uang dari kantong pribadinya.
"Saya bertanya ada apa, nih. Kok semua obat dikurangi, bukan hanya dikurangi tapi banyak yang enggak ada," keluhnya.
Estanita, 60, pasien lain asal Bambu Apus, Cipayung, mengaku hanya tersedia dua dari empat macam obat yang diresepkan oleh dokter.
Masalah yang sama menimpa Manulang, 63. Dari empat macam obat hanya tersedia satu. Begitu juga Nona, 60, yang hanya menerima satu dari tiga jenis obat yang ia butuhkan untuk perawatan sakitnya.
Ditemui terpisah, Kepala Humas RSUD Pasar Rebo, Sukartiyono Pri Prabowo, mengatakan BPJS Kesehatan masih menunggak pembayaran jaminan kesehatan sebesar Rp15 miliar.
Masalah itu ia akui memengaruhi operasional RSUD Pasar Rebo. Pasalnya, mayoritas pasien rumah sakit itu adalah warga yang berobat dengan mengandalkan kartu BPJS Kesehatan.
"Otomatis operasional kita agak tersendat, ya. Karena 95% kita pasiennya sudah BPJS," kata Pri.
Akan tetapi, ia memastikan masalah penunggakan pembayaran jaminan kesehatan itu tidak memengaruhi segi pelayanan kesehatan di RSUD Pasar Rebo. "Karena biar bagaimana pun pasien kan harus tetap kita layani," tegas Pri. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved