Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Gagal Peroleh Penyertaan Modal, PAM Jaya Jajaki Kemitraan Pipa Rusun

Yanurisa Ananta
13/9/2018 20:15
Gagal Peroleh Penyertaan Modal, PAM Jaya Jajaki Kemitraan Pipa Rusun
()

PERUSAHAAN Air Minum (PAM) Jaya akan tetap melakukan percepatan pembangunan jaringan pipa meski usulan penyertaan modal daerah (PMD) sebesar Rp 1,2 triliun ditolak Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta, Rabu (19/9).

BUMD DKI itu akan menjajaki pembiayaan melalui dana invetasi dua mitra atau perusahaan operator, yakni Aetra dan PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja).

"Kami akan cari cara bagaimana (perluasan jaringan pipa) tetap bisa dilakukan. Misalnya, dengan alokasi dana investasi tahunan mitra. Bagaimana mereka merelokasi anggaran investasi sehingga sambungan pipa ke rumah susun (rusun) tetap bisa dilakukan," kata Direktur Utama PAM Jaya, Priyatno Bambang Hernowo saat dihubungi, Kamis (20/9).

Hernowo mengakui ditolaknya PMD PAM Jaya berimplikasi pada melambatnya proses penambahan cakupan layanan pemipaan di Jakarta. Penjajakan pembiayaan melalui dana investasi PAM Jaya dilakukan agar lima program yang semula direncanakan bisa tetap dilakukan.

Perusahaan mitra tiap tahunnya memiliki pendapatan dari operasional mereka. Dana itu dialokasikan untuk biaya operasi dan investasi yang tercermin dalam rencana keuangan. Adapun biaya operasional bisa berupa perbaikan pompa, distribusi penggantian pipa, dan penggantian meter.

Kendati demikian, alokasi dana investasi perusahaan mitra dalam lima tahun terakhir tidak besar. Hal ini seiring kontrak kedua mitra segera berakhir dalam lima tahun. "Makanya ini kami mau bertemu dengan para mitra untuk mengejar percepatan," tutur Hernowo.

PMD sebesar Rp1,2 triliun itu sebetulnya akan digunakan untuk membangun pipa distribusi dan retrikulasi ke wilayah barat dan utara sebesar Rp150 miliar. Kemudian juga untuk sistem pengolahan air minum (SPAM) Pesanggrahan dan Ciliwung sebesar Rp650 miliar, serta untuk penguatan dan perluasan jaringan transmisi dan distribusi sebesar Rp275 miliar. Selain itu, untuk membiayai relokasi jaringan pipa yang terdampak proyek sebesar Rp116 miliar.

Dengan PMD itu, PAM Jaya juga semula berencana menyediakan air bersih di rusunawa sebesar Rp15 miliar. Terdapat satu rusun dalam proses konstruksi jaringan pipa, yaitu Rusun Penjaringan, Jakarta Utara.

Sementara itu, ada tiga rusun lagi yang sedang dalam tahap perencanaan. Air rencananya akan dialirkan dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Hutan Kota, yaitu Rusun Daan Mogot, Rusun Rawa Buaya II dan Rusun Tegal Alur.

"Kami lakukan bertahap tidak langsung. Tahun ini ada sinkronisasi dengan pembangunannya (rusun). Rusun Penjaringan itu kan revitalisasi dia harus nambah cakupan," jelasnya.

Wakil Ketua Banggar Triwisaksana menilai PMD bisa diberikan kepada PAM Jaya pada APBD 2019. Hernowo mengatakan bila kedua mitra mampu membiayai program, tidak akan diajukan lagi pada APBD 2019.

"Kalau misalnya sudah dijalankan. Kita tidak ajukan lagi. Kemarin itu kan persoalannya ada program yang harus kita lakukan." pungkas Hernowo. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya