Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
PROSES persiapan pembangunan Kampung Akuarium di Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, terus dibahas dan disosialisasikan kepada warga korban penggusuran.
Wajah Kampung Akuarium yang tadinya dilingkupi puing-puing bangunan kini telah ditata atau dirapihkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Pantauan Media Indonesia, Kamis (13/9), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mendirikan 90 unit hunian sementara atau shelter untuk kurang lebih 93 kepala keluarga. Tersedia juga fasilitas umum seperti musola representatif, MCK (mandi, cuci, dan kakus), dan pendidikan anak usia dini (PAUD).
Warga yang juga koordinator Wilayah Warga Kampung Akuarium dan anggota Tim Community Action Plan (CAP) Kampung Akuarium, Dharma Diani, mengatakan CAP Kampung Akuarium sedang dalam proses dimusyawarahkan.
Bentuk Kampung Akuarium pun bagian dari CAP yang dibicarakan secara bersama-sama antara Pemprov DKI Jakarta, pihak konsultan, dan warga. "Desain masih dalam bagian proses CAP walaupun kami sudah pernah memberikan maket Kampung Susun Kampung Akuarium kepada Gubernur DKI Jakarta," ujar Diani saat ditemui, Kamis (13/9).
"Mudah-mudahan harapan kami bisa terealisasi. Kami selaku warga, Sudin, dan konsultan sama-sama saling menghormati," imbuhnya.
Menurut Diani, sejauh ini prosesnya baru tahap dalam bentuk shelter dan pihak mereka membicarakan CAP. CAP merupakan sebuah program yang dibentuk Pemrov DKI Jakarta untuk meningkatkan kualitas permukiman kampung-kampung di Jakarta, termasuk Kampung Akuarium.
Aziz, 25, warga Kampung Akuarium yang mengaku telah menetap di tempat tersebut sejak lahir, mengaku kerap terlibat dalam setiap musyawarah untuk membahas pembangunan Kampung Akuarium."Sudah sering (kegiatan pertemuan), enggak keitung dah," kata dia.
Namun ia mengaku belum mengetahui persis wujud atau model kampung yang akan dibangun nanti. "Gimana-gimananya masih dibahas," ujarnya. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved