Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
KIRAB Obor Asian Games di Kota Bogor, Jawa Barat, berjalan lancar. Obor yang tiba sekitar pukul 10.00 WIB dari Cianjur itu disambut ribuan warga Bogor, Selasa (14/8).
Obor diterima Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto, di rumah dinas di Jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Tengah. Ia kemudian menyerahkan obor kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.
Rudiantara berkesempatan menjadi pelari pertama pembawa obor. Selain menteri, ada sejumlah nama besar yang ikut ambil dalam acara cukup langka itu.
Mereka mulai dari mantan atlet-atlet kebanggan Indonesia, aktor, komedian, dan mantan putri Indonesia. Ada kepala dinas, kepala bank, danrem, dandim, kapolres, hingga camat dan lurah.
Obor dibawa keliling Bogor dalam rute sepanjang 10 kilometer. Bahkan api Asian Games juga sempat dibawa masuk ke area Istana Bogor.
Api Asean Games itu diinapkan di Bogor tepatnya di pelataran Balaikota Bogor. Besok pagi atau Rabu (14/8), api Asian Games akan tiba di Jakarta.
"Pelepasan di sini mulai jam 6 pagi atau jam 7 sudah keluar dari Bogor. Supaya di Jakarta Timur itu sudah sampai jam 9 pagi," kata Intan Narulita Penanggung Jawab Kirab Obor Asian Games, Indonesia Asian Games Organizing Committee (Inasgoc).
Intan menyebut titik awal di Jakarta nanti di Lippo Kramat Jati, Jakarta Timur. Menurut dia, setelah dari Jakarta Timur, obor masih dibawa keliling ke Jakarta Selatan. Kemudian, diinapkan di Jakarta Pusat.
"Baru keesokannya ke Jakarta Barat, Jakarta Utara. Setelah itu dibawa ke Kepulauan Seribu. Kemudian balik ke Monas dan menginap. Besoknya ke Gelora Bung Karno (GBK) untuk opening ceremony," jelas Intan.
Pada kirab di Bogow, Menteri Rudiantara mengemukakan alasan ikut andil di kirab tersebut. Pertama, belum tentu dalam 50 tahun mendatang Indonesia kembali menjadi tuan rumah.
"Jadi kita harus manfaatkan momentum sebagai tuan rumah saat ini. Kedua, saya orang Bogor jadi saya kirab obornya di Bogor," kata Rudiantara.
Ia mengatakan, meski Asian Games kali ini mengambil tempat di Jakarta-Palembang, bukan berarti hanya milik Jakarta dan Palembang. Ajang itu melibatkan seluruh Indonesia karena yang bertanding mewakili tuan rumah adalah atlet-atlet nasional yang berasal dari semua wilayah di Indonesia.
"Jadikanlah ini sesuatu yang membanggakan bagi Indonesia. Hanya tulisan saja Jakarta-Palembang, karena ajang olahraga seperti ini selalu menunjuk kota. Seperti olimpiade 2020 itu, ditulis Tokyo, bukan Jepang," ungkapnya.
Rudiantara berharap Indonesia bukan hanya sukses penyelenggaran tapi juga sukses mengukir prestasi dengan masuk sepuluh besar. Medali mesti diraih atlet-atlet dari cabang unggulan seperti bulutangkis, angkat berat, juga lahir juara dari cabang olahraga lainnya.
Di kesempatan yang sama, Walikota Bogor Bima Arya mengungkapkan kebahagiaan dan kebanggaannya atas apa yamg dilakukan warga Bogor dalam menyambut Kirab Obor Asian Games 2018.
"Terus terang agak di luar dugaan. Antusiasme warga yang tadinya kita prediksi terkonsentrasi di seputar SSA (sistem satu arah) atau sekitar Kebun Raya Bogor (KRB). Ternyata warga menyambut di semua lintasan api," tutur Bima.
Dia mengatakan, khusus untuk di seputar KRB memang sengaja dikerahkan sekitar 20 ribu pelajar.
"Tetapi yang lain, saya edarkan surat himbauan bagi warga yang berada di lintasan untuk berpartisipasi. Tidak ada mobilisasi khusus. Dan juga lewat medsos. Saya kaget ketika tadi mulai berlari, mulai dari rumah dinas hampir tidak putus warga. Itu menimbulkan satu kebanggan. Ini dukungan Kota Bogor untuk Asian Games. Ini kebersamaan warga Bogor menyambut Asian Games," ungkapnya.
Selama diinapkan di Bogor, obor Asian Bogor terbuka untuk diakses warga, meski tetap dalam pengamanan atau penjagaan.
"Warga boleh foto. Ingin menyentuh silakan. Api memang dijaga ada pengamanan. Tapi kita memperbolehkan warga menyentuh," pungkasnya. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved