Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Penumpang Bus Transjakarta Naik Sejak Perluasan Kebijakan Ganjil Genap

Selamat Saragih
03/8/2018 18:30
Penumpang Bus Transjakarta Naik Sejak Perluasan Kebijakan Ganjil Genap
(ANTARA FOTO/Reno Esnir)

SEJAK pemberlakuan sistem ganjil genap nomor polisi kendaraan bermotor beroperasi di Jakarta diperluas dua hari terakhir, penumpang bus Transjakarta meningkat sekitar 9,18%.

Persentase peningkatan jumlah penumpang berdasarkan catatan pada 1 - 2 Agustus, sesuai data PT Transjakarta berikut penumpang transportasi publik bus rapid transit (BRT), yakni Transjakarta dan non-BRT. Kemudian, ditambah penumpang angkutan perkutaan (angkot) OK Otrip, pada Kamis (2/8), total sebanyak 590.716 penumpang.

Rinciannya meliputi jumlah penumpang BRT Transjakarta total 413.787 orang, non-BRT sebanyak 144.508 orang dan OK Otrip jumlahnya 32.421 orang.

Adapun jumlah penumpang pada Rabu (1/8) mencapai 589.544 orang. Dengan rincian, penumpang BRT 395.771 orang dan jumlang penumpang non-BRT, termasuk OK Otrip, mencapai 193.773 orang.

Selama dua hari pelaksanaan perluasan kebijakan pembatasan kendaraan bermotor melalui nomor pelat mobil ganjil-genap, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI mengklaim telah terjadi penambahan jumlah penumpang angkutan umum sekitar 9,18%.

Namun demikian, kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Andri Yansyah, pihaknya belum mendapatkan data yang detail mengenai penurunan jumlah kendaraan bermotor akibat penerapan penegakan hukum aturan perluasan ganjil genap.

“Kita belum dapat data detail. Jadi tunggu saja dulu hasil evaluasi kita satu minggu setelah penindakan. Kita belum bisa klaim secara resmi. Survei boleh-boleh saja. Tetapi kita belum ada klaim,” kata Andri, di Jakarta, Jumat (3/8).

Perkiraan kenaikan penumpang angkutan umum sekitar 9,18% diperoleh dari survei yang didasarkan pada empat indikator yang meliputi kecepatan, waktu tempuh, volume kendaraan, dan angka keterangkutan penumpang.

Dia menambahkan, data angka penumpang terangkut menggunakan angkutan umum massal sebagai dampak aturan perluasan ganjil genap harus didapat dari tiga indikator tersebut.

Menurut Andri, sampai saat ini data angka penumpang terangkut dilihat dari tiga indikator masih bertahan pada kenaikan 9,18% itu. "Belum dapat data valid. Capaian hariannya dari tap-in tap-out memang ada peningkatan,” lanjutnya.

Dalam penerapan ganjil-genap, kata Andri, pihaknya melakukan simulasi waktu tempuh. Hasilnya sudah mencapai waktu yang diinginkan Inasgoc.

“Iya sudah okay, mencapai target 30 menit. Kemarin 21 menit di tol dan 24 menit di jalan arteri. Sekarang 20 menit,” jelas Andri.

Secara terpisah, Kepala Humas PT Transjakarta, Wibowo, membenarkan terjadinya peningkatan jumlah penumpang BRT Transjakarta dan non-BRT serta angkot OK Otrip. Namun masih terlalu dini bila disebut peningkatan jumlah penumpang karena adanya penerapan perluasan ganjil-genap.

“Karena implementasinya baru dua hari. Sedangkan Juli lalu statusnya masih uji coba. Kami masih harus melakukan kajian lebih mendalam lagi,” kata Wibowo. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya