Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Optimalisasi PLT Sampah Tunggu Kontrak Jual-Beli Listrik Rampung

Gana Buana
21/5/2018 16:40
Optimalisasi PLT Sampah Tunggu Kontrak Jual-Beli Listrik Rampung
(ANTARA)

PRESIDEN Direktur PT NW Abadi Tenno Sujarwanto mengakui, saat ini produksi listrik berbahan baku sampah di TPA Sumur Batu, Bantargebang memang belum optimal. Alasannya, pihaknya masih menunggu dokumen terkait Power Purchase Agreement (PPA) atau kontrak jual beli listrik dengan PT PLN Persero.

“Segera akan kita optimalkan produksi listriknya, setelah dokumen PPA dengan PLN keluar. Rencanannya bulan Mei ini semoga selesai,” ungkap Tenno, Senin (21/5).

Menurut Tenno, saat ini telah diterapkan teknologi pembakaran sampah Circulating Heat Cumbastion Boiler (CHCB) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, Bantargebang.

Dengan teknologi itu, sudah terpasang alat yang mampu menghasilkan listrik sampai dengan 1,5 MW perjam. Pemasangan alat tersebut terus berlanjut hingga total 34,6 MW.

“Namun kita bertahap 1,5 MW running lalu dibangun lagi sampai 2020 mendatang hingga total listrik yang dihasilkan sebanyak 34,6 MW,” jelas dia.

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), persero area Bekasi mulai menjajaki pembelian listrik dari olahan sampah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, Bantargebang. Pihaknya terhitung sudah dua kali menyambangi lokasi pengolahan sampah menjadi energi listrik tersebut.

Kota Bekasi masuk dalam salah satu dari 12 kota yang ditunjuk sebagai kota percepatan pembangunan instalasi pengolahan sampah menjadi listrik. Teknologi pembangkit listrik tersebut sudah dibangun sejak 2015 dan dan menghasilkan listrik sebesar 1,5 MW per jam dengan membakar habis pasokan sampah yang ada sebanyak 1,8 ton. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya