Headline
BANGSA ini punya pengalaman sejarah sangat pahit dan traumatis perihal kekerasan massal, kerusuhan sipil, dan pelanggaran hak asasi manusia
BANGSA ini punya pengalaman sejarah sangat pahit dan traumatis perihal kekerasan massal, kerusuhan sipil, dan pelanggaran hak asasi manusia
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) area Bekasi mulai menjajaki pembelian listrik dari olahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, Bantargebang. Pihak PLN sudah dua kali menyambangi lokasi pengolahan sampah menjadi energi listrik tersebut.
“Sudah dua kali kami lihat mesinnya seperti apa, serta melihat hasil pengolahan listriknya seperti apa,” ungkap Manager PLN Area Bekasi Reny Wahyu Setiaswan, Senin (21/5).
Menurut Reny, penjajakan yang dilakukan PLN merupakan bentuk dari tindak lanjut terbitnya Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan. Dalam aturan tersebut PLN sebagai perusahaan milik negara ditugaskan untuk membeli hasil olahan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) tersebut.
Selain itu, kata Reny, pihaknya pun sedang membersiapkan beberapa dokumen terkait jual beli listrik tenaga sampah tersebut. “Apabila dokumen tersebut sudah siap, maka jaringan penyalur akan dipasang di sekitar TPA Sumur Batu,” kata dia.
Soal penentuan tarif harga beli listrik sudah diatur dalam pasal 11 Permen 35 Tahun 2018 sebesar 13,35 cent/kwh untuk besaran listrik berkapasitas 20 megawatt (MW) yang terkoneksi pada jaringan tegangan tinggi, sedang dan rendah.
Sedangkan untuk kapasitas lebih dari 20 MW yang terkoneksi pada jaringan tegangan tinggi dan menengah dihargai berdasarkan perhitungan rumus 14,54-(0,076 x besaran kapasitas PLTSa yang dijual kepada PT PLN, Persero).
“Untuk perjanjian pembelian akan dilakukan oleh pusat langsung, kami sekedar berkoordinasi,” tandas dia.
Kota Bekasi masuk dalam salah satu dari 12 kota yang ditunjuk sebagai kota percepatan pembangunan instalasi pengolahan sampah menjadi listrik. Teknologi pembangkit listrik tersebut sudah dibangun sejak 2015 dan dan menghasilkan listrik sebesar 1,5 MW per jam dengan membakar habis pasokan sampah yang ada sebanyak 1,8 ton. (OL-5)
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved