Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Yakin Pada Polri, Komisi III DPR Minta Warga Tidak Terprovokasi

MICOM
09/5/2018 18:09
Yakin Pada Polri, Komisi III DPR Minta Warga Tidak Terprovokasi
(ANTARA)

Komisi III DPR RI yakin dengan upaya Polri dalam mengamankan dalang kerusuhan di Rumah Tahanan (Rutan) Markas Komando Korps Brigade Mobile (Mako Brimob) pada Rabu (9/5), dini hari. Untuk itu, masyarakat tak langsung percaya dengan berbagai informasi yang beredar di media sosial.

Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengatakan pihaknya percaya Polri tak akan menutupi dan akan segera mengumumkan kronologis, motif, maupun jumlah korban dalam peristiwa tersebut.

“Jangan langsung percaya dengan berbagai kabar ataupun foto yang beredar di media sosial. Saya yakin Polri akan segera menuntaskan kasus ini dan mengumumkan ke publik mengenai semua hal menyangkut kerusuhan ini, termasuk penyebab dan jumlah korban jiwa,” kata Sahroni, Rabu (9/5).

Di sisi lain, Sahroni mengingatkan Polri harus bergerak cepat dalam penanganan kasus ini untuk mencegah semakin banyaknya informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. "Jangan sampai masyarakat termakan informasi salah hingga terprovokasi atau berdampak pada lunturnya kepercayaan terhadap Polri. Terlebih kerusuhan ini terjadi di  rutan yang berada di markas Brimob."

Terkait adanya klaim dari ISIS yang mengaku mendalangi kerusuhan ini melalui aplikasi media sosial, Sahroni mengatakan, jika memang pernyataan itu berkorelasi dengan kerusuhan di Rutan Brimob, Polri dan pemerintah harus melakukan evaluasi terhadap pengamanan tahanan, khususnya yang terlibat tahanan kasus terorisme.

Sebaliknya bila tak berkaitan dengan ISIS, Polri harus segera menginformasikan kebenarannya secara detail agar publik tak termakan hasutan. Hal ini dilontarkan Sahroni menanggapi pernyataan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono yang menjelaskan kerusuhan disebabkan persoalan nasi titipan keluarga tahanan.

Di luar itu, Sahroni menilai pentingnya dilakukan evaluasi pengamanan di berbagai rutan, termasuk di Rutan Mako Brimob. Kerusuhan di lokasi ini diketahui bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya insiden juga terjadi pernah di rutan yang lekat dengan kasus terorisme ini pada 11 November 2017. Keributan itu bermula saat petugas Densus 88 melakukan sweeping di sel-sel narapidana dan menyita sejumlah ponsel.

“Peristiwa kedua yang berlangsung dini hari mempertegas pentingnya dilakukan evaluasi pengamanan, apakah jumlah personel yang menjaga di rutan di tambah atau perlunya dilakukan langkah lain,” pesan politisi Partai NasDem ini. (RO/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya