Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYIDIK Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya memastikan tetap melanjutkan proses penyelidikan kasus kematian bocah saat insiden acara bagi sembako gratis Forum Untukmu Indonesia (FUI) di kawasan Monas, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.
Meski Komariah, ibu dari korban Muhammad Rizky, 10, telah mencabut laporan polisi saat memenuhi panggilan di Mapolda Metro Jaya pada Sabtu (5/5), polisi menyatakan tetap akan melanjutkan kasus tersebut. Polisi telah membuat laporan tipe A terkait insiden tersebut. Laporan itu berasal dari Polres Jakarta Pusat yang kemudian dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.
"Laporan beliau (Komariah) berhenti, laporan polisi tetap jalan. Tetap kami usut karena sebelum orangtua lapor, dari Polsek sudah usut, sudah ada laporan dari Polsek. Nah laporan itu sudah dilimpahkan ke kami," kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Jerry Siagian, Senin (7/5).
Sebagai langkah lanjut, polisi memanggil Ketua Panitia Forum Untukmu Indonesia (FUI) Dave Revano Santosa untuk diperiksa. "Hari ini (Senin) diperiksa," ujarnya.
Selain ketua panitia, lanjut dia, dokter Rumah Sakit Tarakan, Jakarta Pusat yang menangani meninggalnya bocah tersebut pun dipanggil. Namun, dokter tersebut berhalangan hadir.
Polisi akan meminta keterangan ihwal rekam medis Rizky dan Mahesa Junaedi, 12--korban lain yang tewas atas insiden itu.
"Kita juga panggil dokter yang Tarakan. Cuma baru bisa hari Rabu (9/5) dia bisa datang," ujar Jerry.
Sementara terkait hasil autopsi, dia mengatakan keluarga korban pembagian sembako di Monas tidak bersedia untuk melakukan proses tersebut. "Keluarga enggak mau," kata Jerry. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved