Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Warga Kepulauan Seribu Minta DKI Benahi Infrastruktur Pariwisata

Haufan Hasyim Salengke
25/4/2018 15:17
Warga Kepulauan Seribu Minta DKI Benahi Infrastruktur Pariwisata
(ANTARA)

KEPULAUAN Seribu termasuk dalam 10 destinasi pariwisata prioritas nasional yang dikembangkan bersama dengan pemerintah daerah setempat, yakni Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI. Musleh Micky, Ketua Asosiasi Wisata Kepulauan Seribu mengaku dalam kurun 17 tahun, baru kali ini ada keseriusan dalam pembangunan dunia pariwisata di Kepulauan Seribu.

"Warga Kepulauan Seribu siap menyambut hal ini (investasi pengembangan pariwisata), demi kemajuan perekonomian kami dan masyarakat luas," ujarnya kepada Media Indonesia, Rabu (25/4).

Micky mengatakan investasi di bidang pariwista di Kepulauan Seribu harus mengedepankan destinasi pariwisata yang aman, nyaman, mudah dicapai, dan berwawasan lingkungan. Ia berharap Pemprov DKI Jakarta memberikan perhatian lebih dan membantu warga lokal yang bergerak di kegiatan pariwisata agar dapat bersaing.

Menurutnya, fasilitas pendukung dalam kegiatan wisata di Kepulauan Seribu masih banyak yang harus di bangun. Di sisi lain, lanjutnya, fasilitas transportasi yang dikelola oleh masyarakat lokal jangan sampai hilang dengan adanya pembangunan pariwisata di sana.

"Progam pemerintah setempat masih sangat kurang serius dalam pengembangan dunia wisata. Karena wisata bahari yang dikelola oleh masyarakat dari tahun 2001 hingga saat ini masih kecil kami rasakan keberadaannya dalam pengembangan wisata," tandasnya.

Penginapan yang sudah di bangun di Kepulauan Seribu dan sumber daya manusia (SDM) ia nilai masih sangat membutuhkan sentuhan pemerintah. "Pelatihan SDM pun perlu di tingkatkan agar kami mampu ikut sebagai pelaku wisata dan bukannya penonton di tempat kami tinggal," kata Micky.

Setiap pulau yg selama ini menjadi destinasi wisata di pulau pemukiman Kepulauan Seribu memiliki karakter tersendiri. Dan masih sangat membutuhkan bantuan pemerintah untuk melengkapi kekurangan tersebut.

"Wisata diving, snorkeling, mancing, dan jelajah pulau yg selama ini kami lakukan dan sudah banyak wisatawan nusantara dan mancanegara yang berkunjung, kami selalu mendapatkan pertanyaan dari wisatawan mancanegara, kenapa fasilitas yang untuk wisatawan mancanegara masih kurang memadai," imbuhnya.

Saat ini, kata Micky, pihak mereka dan masyarakat lokal membuat konsep wisata yang baru yakni mengangkat wisata budaya dan religi di Pulau Panggang. Salah satu alasannya pulau itu yang paling pertama adanya penduduk di Kepulauan Seribu.

"Sebelum Gunung Krakatau meletus warga di Pulau Panggang sudaha ada. Hal ini lah yang ingin kami jadikan situs wisata budaya dan religi di pulau itu. Semoga pemerintah pusat dapat membantu mengembangkan wisata budaya dan religi Kepulauan Seribu," pungkasnya.

Menurut paparan Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Investasi Pariwisata Kementerian Pariwisata Dadang Rizki Ratman berjudul "Pembangunan Destinasi Pariwisata Prioritas 2016-2019", industri pariwisata Kepulauan Seribu menyumbangkan 16.384 wisatawan mancanegera (wisaman) pada 2013, naik dari 4.627 wisman pada 2012. Devisa yang dihasilkan mencapai USD16,3 juta.

Untuk proyeksi 2019, pemerintah menargetkan 500.000 wisman dengan devisa USD500 juta dari dunia wisata Kepulauan Seribu. Nilai investasi yang ditetapkan sebesar USD1,020 juta. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya