Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
BANDAR narkotika jenis heroin, ditembak mati petugas Polres Metro Tangerang di Karawaci, Kota Tangerang. Anggota jaringan narkotika Malaysia itu sebelumnya sudah dua kali keluar masuk Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Nusa Kambangan.
"ABS yang merupakan jaringan narkotika Malaysia, kami tembak mati, karena saat akan dibekuk melawan," kata Kapolres Metro Tangerang, Kombes Harry Kurniawan kemarin.
Abang Alias ABS,34 itu pun tewas di tempat. Selain Abang, tujuh orang lain yang merupakan kaki tangannya digelandang ke Polres Metro Tangerang untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Barang bukti yang disita petugas dari jaringan itu, kata Harry, sebanyak 1,83 kg lebih heroin, 101 butir ekstasi, dan 22 gram serbuk ekstasi. Jaringan Abang memasarkan barang haramnya di wilayah Jabodetabek.
Penangkapan itu berawal dari informasi warga tentang seorang wanita berinisial ST, 47, yang kerap mengedarkan narkotika di wilayah Kota Tagerang Selatan. "Setelah dilakukan penyelidikan, ST ditangkap dengan barang bukti berupa 101 butir ekstasi, dan 22 gram serbuk ekatasi," sambungnya.
Dari penangkapan itu, petugas mendapatkan nama PL, 42 dan RK, 37 yang juga tinggal di wilayah yang sama. Begitu keduanya ditangkap, kata Harry, petugas mendapatkan barang bukti berupa beberapa gram heroin.
Dari kedua orang itu, kasus berkembang ke penangkapan AS, 35 dan RH, 37 yang juga tinggal di Tangerang Selatan. Kemudian berlanjut kepada AF, 38 serta NR, 40 yang tinggal di daerah Bekasi, Jawa Barat.
"Setelah ketujuh orang ini kami amankan, ahirnya kasus itu mengarah ke ABS, yang tinggal di Karawaci" kata Harry.
Begitu ABS dibekuk, petugas mendapatkan barang bukti berupa heroin sebanyak 1,83 kg lebih, Satu buah pasport, dan tiga KTP milik ABS dengan nama dan alamat yang berbeda.
"kami duga ABS ini jaringan narkotika Malaysia, karena berdasarkan pasport yang ditemukan, ia pulang pergi ke negara tersebut. Bahkan ia baru datang dari negara tersebut, beberpa hari sebelum ditangkap," ujarnya.
Tentang kemungkinan barang haram itu diselundupkan ke Indonesia via Bandara Soekarno Hatta, Harry belum bisa memastikan. "Entah barang itu diselundupkan lewat udara atau laut. Yang jelas kasus ini masih dalam pebyelidikan lebih labjut," tuturnya sembari menambahkan bahwa kasus heroin di wilayah itu baru muncul kembali setelah beberpa lama menghilang. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved