Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta memastikan akan tetap membangun ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) pada tahun ini, meski Gubernur Anies Baswedan berencana membangun Taman Maju Bersama yang berkonsep serupa.
"(RPTRA) tetap dibangun. Jadi ada RPTRA, ada Taman Maju Bersama," kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI, Agustino Darmawan saat dihubungi, Minggu (8/4).
Agustino tidak mengingat rinci jumlah RPTRA yang hendak dibangun pada tahun ini. Yang jelas, RPTRA tersebut akan dibangun menggunakan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) DKI dan menjadi tanggung jawab Dinas Perumahan. Sementara itu, pembangunan Taman Maju Bersama menjadi tanggung jawab Dinas Kehutanan DKI.
Pada APBD 2018, pembangunan RPTRA dianggarkan per wilayah kota administrasi. Di Jakarta Pusat, anggarannya sebesar Rp7,78 miliar, di Jakarta Utara sebesar Rp17,48 miliar, di Jakarta Barat sebesar 17,53 miliar, di Jakarta Selatan sebesar Rp17,62 miliar, di Jakarta Timur sebesar Rp17,56 miliar, dan di Kabupaten Kepulauan Seribu sebesar Rp3,4 miliar.
Hingga 2018 ini, telah ada sekitar 290 RPTRA di seluruh wilayah DKI. Namun, menurut data dari Dinas Pemberdayaan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta, ada 83 kelurahan prioritas yang belum memiliki RPTRA.
Kelurahan prioritas artinya yang tergolong padat penduduk. Meski rasio RPTRA telah mencukupi jika dibandingkan dengan jumlah kelurahan di Jakarta yang berjumlah 267, sebaran RPTRA belum merata di setiap kelurahan.
Munculnya konsep Taman Maju Bersama dari Anies dalam rencana pembangunan daerah jangka menengah daerah (RPJMD) pun sempat menimbulkan pertanyaan. Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Manuara Siahaan dari Fraksi PDI-P dan Bestari Barus dari Fraksi NasDem sempat mempertanyakan perbedaan RPTRA dengan Taman Maju Bersama pada Rabu (4/4) lalu.
Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta, Djafar Muchlisin menjelaskan bahwa Taman Maju Bersama diperuntukkan untuk semua kalangan, tidak hanya anak-anak. Proses membangun konsepnya pun melibatkan masyarakat. Jawaban Djafar itu membuat anggota Komisi D tertawa. Sebab, mereka menilai RPTRA pun bisa bisa digunakan oleh semua kalangan dan juga bisa menjadi tempat belajar seperti konsep Taman Maju Bersama.
Menurut Bestari, penggunaan istilah Taman Maju Bersama tak ubahnya seperti penggunaan istilah SMA, SMU, atau SLTA. Serupa, tapi tidak sama.
"Itu perbedaannya antara saya dulu sekolah SMA. Ponakan saya SMU, anaknya kakak saya menjadi SLTA, Samalah isinya anak sekolah semua," cetus Bestari. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved