Selasa 17 Maret 2015, 00:00 WIB

Perintah Alex (2)

Anata Syah Fitri Siregar | Megapolitan
Perintah Alex (2)

MI/ANATA SIREGAR

 
PADA 28 November 2014, UPS tiba di sekolah. Di SMAN 19 Jakarta Barat, wakil kepala sekolah Luqman Effendi menerima seorang petugas dari perusahaan penyuplai yang datang mengantar UPS. Kepala Sekolah SMAN 19 Sohibul Bakhri menjelaskan petugas bernama Mulyana itu mengaku hendak menyurvei kesiapan sekolah untuk penempatan UPS.

Dengan bayangan UPS berukuran kecil, jelas Sohibul, Luqman mengatakan UPS itu akan diletakkan di dekat komputer.

''Lalu dia (Mulyana) bilang, 'Enggak begitu, Pak. Ini beratnya 12 ton'. Spontan, Luqman menyatakan tidak ada tempat untuk menyimpan benda sebesar itu di sekolah,'' papar Sohibul.

Setelah itu, Luqman melapor ke Sohibul. Secara lisan Sohibul menginstruksikan untuk menolak alat tersebut karena tidak ada lahan untuk penempatan UPS.

Mulyana, jelas Sohibul, kemudian mengambil ponsel dan menghubungi seseorang. Lalu, ponsel itu diserahkan kepada Luqman dengan pesan, 'Ini, Pak Alex mau bicara'.

Dari ponsel itu terdengar seorang pria mengatakan, ''Tolong dibantu untuk mencarikan tempat untuk UPS.''

Merasa mendapatkan perintah dari atasan, akhirnya Sohibul menerima UPS bermerek AEC/ALP tersebut dan menempatkannya di aula. ''Ya bagaimana lagi? Lalu tiba-tiba itu (aula) dibongkar, disekat, diuruk. Saya diam saja. Itu di luar jalan pikiran saya. Apakah itu benar Pak Alex atau bukan, ya, enggak tahu. Namun, si orang survei itu bilang itu Pak Alex,'' kenang Sohibul.

Pejabat pembuat komitmen (PPK) dalam proyek pengadaan UPS 2014 dijabat Alex Usman selaku Kepala Seksi Sarana Prasarana (Kasi Sarpras) Sudin Dikmen Jakarta Barat saat itu. Peran seorang kasi sarpras diakui sangat vital dalam mengurusi masalah teknis pengadaan barang.

''Usulan sekolah ditampung dan perlu dicek ke lapangan. Dilakukanlah kunjungan, betul enggak sih begitu. Itu semua tugasnya kasi sarpras,'' terang Kasudin Pendidikan Wilayah I Samlawi.

Alex yang kini menjabat Kasi Sarana Prasarana Sudin Pendidikan Wilayah I Jakarta Selatan tidak dapat ditemui di kantornya. Alex diketahui sempat datang ke kantor lamanya di Sudin Pendidikan Jakarta Barat untuk melakukan pertemuan dengan pihak BPKP DKI pada Senin (9/3) pagi menjelang siang. ''Waktu itu Pak Alex ke ruangan saya, minta izin untuk pinjam ruangan, katanya ada orang BPKP datang. Saya lihat dia memang datang dengan beberapa orang,'' ujar Samlawi.

Bertempat di ruang rapat Sudin Pendidikan, Alex diperiksa petugas yang dikenalkan kepada Samlawi sebagai petugas BPKP. Dia tidak mengetahui isi pemeriksaan yang menurutnya berlangsung singkat itu. ''Tadinya sedang ada rapat di ruang itu, saya minta berhenti dulu lalu mereka masuk. Tidak lama, tidak sampai makan siang kalau tidak salah. Saya tidak banyak tanya, bukan urusan saya,'' terangnya.

Sejauh ini Alex sudah memenuhi panggilan tiga kali pemeriksaan di Polda Metro Jaya sebagai saksi, yakni pada 4, 9, dan 10 Maret 2015.

Ketika Media Indonesia menyambangi Alex di kediamannya di kawasan Duri Kepa, Jakarta Barat, yang bersangkutan tidak berada di tempat. ''Pak Alex keluar kota,'' ujar satpam di rumah Alex pada Kamis (12/3) pagi.

Hingga Jumat (13/3) pukul 02.00, mobil Innova hitam berpelat nomor B 1502 BYP yang biasa dikendarai Alex tidak tampak di sekitar kediamannya. Pihak keluarga mengaku Alex belum juga kembali.

Sebelumnya Alex tinggal di kawasan padat penduduk kawasan Jembatan Dua Jakarta Barat tepatnya di Kampung Petak Kodok.

Kehidupan Alex kini diakui salah satu tetangga Alex di Petak Kodok, telah berubah jauh dari segi materi. Pria yang berstatus
PNS eselon IV tersebut disebutsebut sebagai pemilik sebuah media massa, PT Quatech, PT Four A, dan PT Asri Cahya Gemilang yang bergerak di bidang alat teknologi serta alat peraga pendidikan. Sejumlah perusahaan tersebut beralamat di Jalan Tanjung Duren Raya.

Sejumlah perusahaan tersebut dipimpin anak perempuan Alex, Rina Aditya Sartika. Namun, sejak Rina terpilih sebagai anggota DPRD DKI dari Fraksi Partai Gerindra, pengelolaan perusahaan diserahkan kepada anak Alex yang lain bernama Lutfi. Namun, Alex pun tidak dapat ditemui di kantor sejumlah perusahaan itu.

Media Indonesia menghubungi Alex di nomor pribadi telepon selulernya. Alex sempat mengontak balik Media Indonesia pada Kamis (12/3) malam, tetapi tidak mengucapkan sepatah kata pun.(SU/T-5)

Baca Juga

Dok.SIG

SIG Turut Wujudkan Impian Pejalan Kaki Untuk Memiliki Trotoar Yang Ramah Dan Aman di Jakarta

👤Media Indonesia.com 🕔Selasa 04 Oktober 2022, 06:51 WIB
SIG turut berpartisipasi dalam kegiatan penataan trotoar di Jakarta dari tahun 2016 hingga saat...
Antara

Update 3 Oktober 2022: 384 Kasus Covid-19 Terdeteksi di DKI Jakarta

👤MGN 🕔Senin 03 Oktober 2022, 23:45 WIB
That figure is equivalent to 33.9 percent of the total cases...
Antara

Sahabat Polisi Laporkan Baim-Paula Soal Prank Laporan KDRT

👤Khoerun Nadif Rahmat 🕔Senin 03 Oktober 2022, 22:59 WIB
Menurut organisasi masyarakat tersebut, Baim Wong dan Paula Verhoven sebagai tokoh publik, seharusnya memberikan contoh dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya