Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Pemprov DKI Kurang Tanggap Soal Penanganan Gizi

Akmal Fauzi
02/2/2018 17:51
Pemprov DKI Kurang Tanggap Soal Penanganan Gizi
(ANTARA)

PEMPROV DKI Jakarta dinilai kurang tanggap menjalankan program kesehatan hingga berdampak ditemukannya kasus gizi buruk di Ibukota. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diminta mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Kesehatan, Koesmedi Priharto

Hal itu disampaikan, Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono menanggapi kabar ada 194 anak di Jakarta Utara yang mengalami gizi buruk.

"Kalau di Jakarta masih ditemukan gizi buruk berarti ada yang enggak beres itu," kata Gembong, Jumat (2/2).

Ia menegaskan, fasilitas kesehatan yang dimiliki Pemprov DKI sudah terbilang banyak dan canggih. Pemerintahan Anies-Sandi dinilai kurang tanggap dalam meneruskan program kesehatan di era gubernur sebelumnya seperti program "Ketuk Pintu Layani dengan Hati".

"Artinya, kalau sampai hari gini masih ada gizi buruk, berarti itu kan enggak jalan," imbuhnya.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, M Helmi mengatakan, data 194 anak yang mengalami gizi buruk itu tercatat sejak 2017. Pihaknya mengklaim telah mengatasi hingga jumlahnya menurun.

"Sekarang menurun tercatat ada 34 anak. Asupan gizinya kurang makannya kurang," ujarnya.

Helmi menjelaskan mereka mengalami gizi buruk karena faktor ekonomi yang sulit. Sehingga, orangtuanya tak memberi makanan yang bergizi.

"Ada banyak faktornya, ada karena faktor ekonomi, pengetahuan ibunya kurang soal gizi, dan juga prilaku orangtua yang biar gampang si anak dikasih jajan aja," ucapnya.

Adapun, terdapat enam kecamatan di Jakarta Utara yang dilanda penyakit tersebut. Rata-rata orangtua anak berpenghasilan rendah dan tak memperhatikan kesehatan

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan akan mengumpulkan seluruh lurah di DKI membahas kasus gizi buruk di Jakarta.

"Di Jakarta tidak boleh ada angka yang sampai kekurangan gizi, nggak boleh. Kalau itu sampai terjadi maka itu adalah kondisi yang tidak bisa ditoleransi," kata Anies

Menurutnya, penanganan gizi buruk harus cepat dilakukan. Anies mengaku tak ingin penanganan terhadap penderita gizi buruk kalah cepat dari pemberitaan media massa. "Bila ada masalah jangan menunggu sampai menjadi berita, kalau ada masalah langsung dikasih solusi, dikerjakan," ujarnya.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya