Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Sopir Tanah Abang Bantah Ada Ancaman Lakukan Demo

Akmal Fauzi
30/1/2018 18:13
Sopir Tanah Abang Bantah Ada Ancaman Lakukan Demo
(ANTARA FOTO/Kiki)

PARA sopir rute Tanah Abang membantah jika aksi demo yang mereka lakukan beberapa waktu ditunggangi atau diancam oleh pihak lain. Para sopir meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI harus bisa melihat dampak dari penutupan Jalan Jati Baru berimbas ke semua sopir angkot yang melintas.

"Enggak benar itu (diancam ikut demo) apalagi ada yang menunggangi. Semua ini satu suara, satu nasib yang kena dampak (penutupan jalan Jati Baru)," kata seorang sopir Angkot M08 rute Tanah Abang-Kota, Azis Tahan Sagala, Selasa (30/1)

Sebelumnya, Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI menuding ada pihak yang mengancam para sopir rute Tanah Abang untuk ikut serta demo di Balai Kota dan di Tanah Abang beberapa waktu lalu. Ancaman itu diterima Ketua Organda DKI, Shafruhan Sinungan dari laporan beberapa sopir angkot.

"Ini kan yang digerakkan para sopir. Mereka merasa dapat tekanan, diancam harus ikut. Kita kan undang sopir, dia (supir angkot) merasa diancam," ucap Shafruhan Sinungan, di Balai Kota, Senin (30/1)

Azis menegaskan, jangan ada pihak yang menggulirkan isu apalagi saling menuding hingga menghilangkan subtansi dari tuntutan para sopir. Ia menjelaskan, sopir yang berdemo murni dari keresahan sopir dari kebijakan penutupan Jalan Jati Baru untuk berjualan pedagang kaki lima (PKL)

"Jangan ada isu-isu begitu lah. Kami ini demo karena kami merasakan dampaknya . Enggak ada itu ancaman atau ditunggangi. Kalau ditunggangi ada yang kasih makan, lah ini kami makan aja cari sendiri," jelasnya

Ia berharap, pada pertemuan Rabu (31/1) di Balai Kota antara perwakilan sopir dengan Pemprov DKI bisa menghasilkan solusi agar jalan Jati Baru bisa dibuka kembali. Ia menegaskan, seluruh sopir angkot dengan trayek M03, M08, M09, dan M10 akan datang mengawal pertemuan itu

"Nanti perwakilan masing-masing sopir ketemu pak Gubernur atau Wakil Gubernur. Kami semua ikut mengawal saja," jelasnya

Di sisi lain Shafruhan mengatakan, penataan kawasan Tanah Abang termasuk penutupan Jalan Jati Baru sudah disepakati Organda dengan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI. Ia menyebutkan penataan tersebut juga untuk membantu pengemudi angkot.

Sebab, kata Shafruhan, sebelum ditata, kesemerawutan di Tanah Abang memang terjadi dan justru merugikan angkot sendiri.

"Kerugian yang diterima oleh pengusaha maupun pengemudi itu adalah waktu, uang, karena bahan bakar lebih banyak yang keluar, sama energi," jelasnya

Shafruhan menambahkan, dalam pertemuannya dengan Sandiaga dan Dishub DKI, Selasa (30/1) disepakati akan dilakukan penataan ulang terhadap rute angkot yang melewati kawasan Tanah Abang. Penataan ulang ini difokuskan untuk beberapa rute angkot yang terdampak akibat penutupan Jalan Jatibaru.

"Rerouting khususnya jenis mikrolet, supaya benar-benar nanti masuk wilayah-wilayah permukiman. Nah ke depannya nanti tidak ada lagi mikrolet yang ada di jalanan protokol begitu. Tadi sudah sepakat sama Pak Kadis (Perhubungan), tim rerouting segera kami bentuk,"

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan, dia akan menuruti keinginan sopir angkot asalkan permintaanya bukan membuka Jalan Jatibaru yang kini diperuntukan bagi pedagang kaki lima dari pagi hingga sore.

"Pokoknya apa yang disampaikan nanti oleh pengemudi kepada operator, saya akan luluskan. Saya ikuti, kecuali membuka (Jalan Jatibaru) itu. Mau pakai ganjil genap kek, apa kek, diikuti," kata Andri

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno usai rapat bersama Organda DKI dan Dishub DKI mengatakan, ada beberapa kebijakan yang diambil, salah satunya yaitu menghentikan sementara operasional Tanah Abang Explorer.

"Sudah (dibahas). Hasilnya kita pantau terus, bicarakan. Untuk sementara supaya kondisinya kondusif, Tanah Abang Explorer itu kita hentikan dulu," kata Sandiaga di Balai Kota DKI Selasa (30/1).

Sandiaga mengatakan, keputusan ini memang akan menimbulkan pertanyaan di masyarakat. Karena mereka telah menikmati Tanah Abang Explorer secara gratis. Tapi hal ini akan dipelajari lagi.

Sandiaga mengatakan, Dinas Perhubungan DKI bersama dengan Organda diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada sopir angkot yang ada, dan meyakinkan mereka bahwa Pemprov DKI tetap memikirkan kesejahteraan masyarakat.

"Bahwa ini Pemprov ingin membuka komunikasi dan menangkap aspirasi mereka dan memastikan mereka tidak dilupakan," ujarnya.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya