Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno kembali menegaskan akan memulangkan penarik becak yang datang dari luar DKI Jakarta. Namun di Pekojan, Jakarta Barat, pengayuh becak yang tidak memiliki KTP DKI Jakarta pun tetap didata.
"Becak yang datang dari daerah lain ke Jakarta tidak diperbolehkan, jadi akan dipulangkan. Jadi yang kami lakukan adalah mendata yang sudah ada di Jakarta dan ber-KTP DKI," kata Sandiaga di Jakarta Utara, Sabtu (27/1).
Di Kelurahan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, ada 54 becak yang didata sejak Kamis (25/1) lalu. Sebanyak 38 becak di antaranya telah diberi stiker Jaya Raya sebagai tanda mereka boleh beroperasi.
Lurah Pekojan, Tri Prasetyo Utomo menuturkan dari 38 becak itu, sebagian pengayuhnya ada yang ber-KTP DKI, ada pula yang tidak. Kepada mereka yang tidak ber-KTP DKI, diwajibkan melampirkan surat keterangan domisili.
"Ada yang KTP DKI, ada yang bukan," ujar Tri. Namun ia tidak mengetahui data pasti berapa di antaranya yang tidak ber-KTP DKI.
Dia membantah jika mereka yang tidak ber-KTP DKI itu merupakan pendatang baru dari Indramayu, Jawa Barat. Menurut Tri, setelah dilakukan pendataan, tidak satu pun dari pengayuh becak itu adalah pendatang baru.
Mereka rata-rata telah lama mengayuh becak, namun berhenti beroperasi lantaran ada larangan operasional becak. Ketika Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuturkan akan menghidupkan kembali becak di Jakarta, mereka pun kembali beroperasi.
"Dari Kamis (25/1) sampai hari ini, becak dari Indramayu itu tidak ada. Cuma mungkin ada orang dari Indramayu-nya, tapi becak dari Indramayu-nya tidak ada. Jadi data yang kita dapat, orang daerah yang memang pernah tinggal di sini. Kemungkinan ketika (becak) dilarang nggak berani masuk," jelas Tri saat dihubungi, Sabtu (27/1).
Namun, keterangan Tri itu berbeda dengan yang disampaikan warga Tambora pada Kamis (25/1) silam. Salah seorang warga Tambora, Soleh, 31, mengaku melihat becak-becak itu datang berombongan diangkut truk. "Ada lebih dari 20 becak," katanya.
Dikonfirmasi saat itu, Tri juga menuturkan mereka kemungkinan datang dari Indramayu dan akan mencari tahu siapa pemiliknya. "Mereka katanya dari Indramayu. Mau ditanya ini pemiliknya siapa," kata Tri, Kamis silam.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Yani Wahyu pun sebelumnya menuturkan ada urbanisasi sejumlah pengayuh becak dari luar Jakarta. Mereka kedapatan di Pekojan, Tambora, Jakarta Barat. "Satu truk, lebih dah. Dari Jawa," kata Yani.
Hingga Sabtu siang, proses pendataan becak di Kelurahan Pekojan masih berlangsung. Tri memperkirakan jumlahnya akan bertambah.
Rencananya, di area Pekojan, para pengayuh becak akan dibolehkan beroperasi di sejumlah kawasan. Di antaranya di Jalan Pekojan 3, Penjagalan 1, Pengukiran, Bandengan Utara 3, Bandengan Utara 1, Gedong Panjang 1 dan Gedong Panjang 2. "Pokoknya di dalam permukiman," tambahnya.
Sandiaga menuturkan nantinya becak-becak yang terdata akan diarahkan untuk beroperasi di area permukiman dan di kawasan wisata. Dia memperkirakan jumlah becak di ibukota tidak melebihi 500.
Hal itu ia ketahui dari Walikota Jakarta Utara Husein Murad. Proses pendataan masih berlangsung. Angka itu merupakan jumlah becak yang masih eksis di DKI sebelum ada kebijakan Anies soal becak di DKI. Sebagian besar dari mereka berada di kawasan Jakarta Utara.
Ketika dihubungi, Husein menuturkan pihaknya hanya akan mendata becak yang pengayuhnya merupakan warga Jakarta. "Iya (yang didata ber-KTP DKI). (Yang tidak) kita nggak data," kata Husein.
Namun, dia pun belum menegaskan tindakan selanjutnya jika mendapati pengayuh becak yang bukan warga Jakarta. "Sampai sejauh ini belum sih, yang jadi concern kita kan yang ber-KTP DKI," sambung dia.
Atas rencana menata becak ini, Sandiaga berharap para pengayuh becak bisa 'naik kelas'. Ia bahkan mengaitkan persoalan ini dengan salah satu program utamanya, OK-Oce. Sandiaga menuturkan harapannya agar suatu saat pengayuh becak bisa menjadi trainer di OK-Oce.
"Sekarang banyak komunitas sepeda dimana-mana, sementara ini para penarik becak sangat mahir dalam tentunya menjaga kayuhannya dan agar mereka bisa menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi di Jakarta," ujar Sandi. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved