Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Menata Kampung Ambon Jangan Setengah Hati

Akmal Fauzi
24/1/2018 17:07
Menata Kampung Ambon Jangan Setengah Hati
(MI/USMAN ISKANDAR)

NAMA Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat, masih menyisakan citra negatif sebagai daerah rawan narkoba. Pada Rabu (24/1) wilayah itu kembali digerebek Polres Jakarta Barat, enam tersangka ditangkap berikut barang bukti sabu.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Komisaris Besar Hengki Haryadi menegaskan perang terhadap narkoba gencar dilakukan pihaknya. Ia akan terus melakukan penggrebekan, menyisir kawasan perkampungan narkoba termasuk Kampung Ambon demi menghilangkan stigma negatif di wilayah Jakarta Barat.

“Kami tidak ingin kecolongan sebagaimana kemarin digerebek ada pabrik narkoba dan peredaran peredaran lain. Kami ingin hilangkan stigma kampung narkoba,” kata Hengki

Badan Narkotika Nasional (BNN) sejak 2013 sebenarnya melakukan program penataan kampung rawan Narkoba, di Kampung Ambon. Penataan dilakukan dengan memberikan pelatihan seperti teknik mesin dan kerajinan tangan ke warga bertujuan menghilangkan penyalahgunaan dan peredaran narkoba di wilayah itu.

Namun, upaya itu dinilai tidak optimal lantaran masih ditemukan peredaran narkoba. “

"Artinya pembinaan disana kurang efektif. Harusnya mereka melakukan monitoring penuh. Adanya narkoba merupakan kekeliruan,” kata Pendiri Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat), Henry Yosodiningrat

Anggota Komisi 3 DPR RI itu berjanji akan mengusut tuntas penggunaan dan efesiensi anggaran yang dikucurkan ke BNN untuk program penataan Kampung rawan narkoba itu dan meminta untuk dievaluasi. Sebagai anggota Dewan, dia akan menyelidiki pos anggaran pembinaan kampung narkoba jangan sampai ada penyelewengan yang membuat pembinaan tidak efektif.

Kepala Bagian Humas BNN, Komisaris Besar Sulistyandriatmoko mengakui program penataan wilayah rawan narkoba di Kampung Ambon belum berjalan optimal.

"Program belum menyeluruh ke warga, memang ada kendala di lapangan misalnya di dalam realisasinya ada yang terlibat aktif ada juga yang belum tersentuh," ujarnya.

Kegiatan yang dianggarkan pemerintah melalui APBN itu, kata Sulis pada tahun ini masih berlangsung . Namun Sulis belum bisa menjawab progres dari program penataan itu

"Saya harus lihat dulu besara anggarannya berapa dan sudah sejauh mana. Yang jelas itu masih berjalan,"ujarnya

Tembak Mati

Henri mendukung upaya Polres Jakarta Barat terus melakukan penyisiran ke kampung rawan narkoba seperti Kampung Ambon dan Kampung Boncos, Palmerah Jakarta Barat. Ia bahkan menyarankan agar Polisi menembak mati bandar narkotika yang melawan

"Tenang saja rakyat bersama penegak hukum kita," ujarnya

Dalam penggerebekan itu, Polisi dan TNI bersenjata lengkap dipimpin Wakasat Narkoba, Kompol Khoiri dan Kapolsek Cengkareng, Kompol Agung Budi Laksono melakukan penyisiran ke beberapa rumah yang di duga digunakan menjadi tempat menyimpan dan pemakaian narkoba.

Dalam penggrebekan itu, petugas mengamankan enam orang yakni, Mike Junior, 28, Albert, 24, Mario, 40, Igus, 31, dan isterinya Eka, 25, serta seorang wanita hamil. Mereka diamankan bersama dengan 18 kilogram bahan pembuat sabu, 110 gram sabu, beberapa pil ekstasi, sejumlah senjata api beserta amunisi, alat hisap, timbangan digital, serta uang tunai Rp34 juta.

"Salah satu tersangka kabur masih diselidiki ternyata didalam itu sudah disiapkan jalur pelolosannya. Kami imbau untuk yang melarikan diri segera menyerahkan diri kami akan tindak tegas jika melakukan perlawanan, tidak ada toleransi,” tegas Hengki.

Hengki mengakui narkoba masih beredar di Kampung Ambon. Dalam sehari saja, satu lapak narkoba bisa menghasilkan uang Rp50 juta, hal ini terungkap dari buku catatan yang diamankan pihaknya dalam penggerebekan itu. Modus yang dilakukan jaringan ini yakni pemilik rumah menyediakan narkotika kemudian pemesan mengambil dan pergi.

Hengki sendiri melihat pola semacam ini merupakan pola lama. Karena itu dirinya akan terus mengembangkan kasus ini dan melakukan pengawasan agar Kampung Ambon bebas dari peredaran narkoba

“Ini jadi catatan bahwa sebagian yang datang adalah remaja ini merupakan tanggungjawab kita bersama,” pungkas Hengki. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya