Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
DITLANTAS Polda Metro Jaya telah menyampaikan rekomendasi dari kajiannya terkait alih fungsi jalan dan trotoar di kawasan Tanah Abang Jakarta Pusat. Rekomendasi yang disampaikan dalam pertemuan bersama dinas terkait tersebut selanjutnya akan melayangkan hasil kajian itu secara tertulis kepada Gubernur DKI Jakarta.
Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Halim Panggara menerangkan salah satu dari hasil kajiannya mengusulkan untuk memindahkan pedagang ke kawasan Blok G. Selain itu dalam jangka panjang pemerintah harus membuat kajian mendalam secara akademik dan sosial sebelum mengeluarkan kebijakan.
"Sudah kami sampaikan saat koordinasi dengan dinas perhubungan perlu ada kajian ulang baik itu secara akademik dan sosialnya terlebih dengan masyarakat setempat. Karena ada yang tidak cocok dengan kebijakan ini," jelasnya
Halim tidak mau merinci celah kekurangan dari kebijakan yang sudah diterapkan sejak sepekan lalu itu. Dalam rapat koordinasi tersebut pemerintah berencana membangun sky walt sebagai solusi jangka panjang
"Memang pemerintah akan membuat sky walk di sana. Jangka pendeknya dilakukan hal tersebut tapi penggunaannya yang kami niali tidak cocok. Maka kami meminta untuk kaji ulang lagi," tegasnya
Lebih lanjut dijelaskan, penerapan alih fungsi jalan di kawasan pusat keramaian tersebut menimbulkan masalah baru serta melanggar aturan penggunaan sarana publik.
"Masalah penggunaan badan jalan, mau pun trotoar yang tidak sesuai dengan fungsinya. Dan kami sarankan membuat inovasi agar pedagang tertarik pindah ke blog yang kami usulkan tapi diberikan secara gratis," imbuhnya
Dia juga menuturkan kemungkinan kemacetan akan menjadi lebih parah di kawasan tersebut saat liburan berakhir.
Sementara itu menurut Wakil Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, Sigit Widjatmoko menuturkan dari hasil pertemuan bersama, rekayasa lalu lintas di kawasan tanahabang tetap dilakukan.
"Rekayasan lalu lintas di sana tetap dilaksanakan. Dan kami tetap sinergitas bersama untuk rekayasa antisipasi kemacetan," jelasnya
Hingga kini tidak ada kejadian kecelakaan yang menyebabkan korban besar di kawasan itu. Hal itu disebabkan oleh penjagaan lalu lintas yang tepat dan terkontrol.
"Tidak ada karena memang pengaturan dan penjagaan benar- benar dilakukan. Petugas juga dipertebal selama rekayasa dilakukan," imbuhnya
Sigit menambahkan semua kemungkinan dalam pemberlakukan rekayasa jalan dibahas rinci termasuk kemungkinan kecelakaan. Ditlantas Polda Metro Jaya telah menyampaikan usulannya di antaranya tetap memfungsikan trotoar sebagai sarana pejalan kaki serta penempatan petugas lalu lintas.
"Iya sudah disampaikan dan dibahas salah satunya memastikan trotoar tetap untuk pejalan kaki, penempatan petugas dan monitoring secara berkala," tandasnya. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved