Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Perkara Uang Palsu, Anggota Brimob Babak Belur

29/11/2017 06:44
Perkara Uang Palsu, Anggota Brimob Babak Belur
(MI/RAMDANI)

LATAR belakang apa sehingga anggota Brimob Brigadir Lalu Agus Salim, dikeroyok di Cibubur Junction Mall Ciracas Jakarta Timur, Senin (27/11), belum terjawab. Polisi terkesan menutup-nutupi kasus itu.

Siang itu, saat waktu makan siang sekitar pukul 12.30 WIB, pengunjung Cibubur Junction Mall heboh karena ada perkelahian di sana. Ada adu jotos antara Mulyadi dan Brigadir Agus yang saat itu berpakaian preman.

Agus yang menjabat Bintara Administrasi Bagian Intel Korps Brimob itu, sempat mendaratkan pukulan telak ke wajah Mulyadi. Tak lama, wajah Brigadir Agus juga merasakan 'ketupat bengkulu' dari Mulyadi.

Seru, perkelahian laiknya adu tinju tersebut semula berlangsung imbang sebelum lima kawan Mulyadi datang membantu. Agus terdesak dikeroyok enam orang. Pontang-panting dia menahan pukulan dan tendangan pengeroyoknya.

Dia pun berlari menuju mobil Honda CRV warna putih yang diparkir di Basement Ruas A06 - A07 di sisi tengah mal tersebut. Lima pengeroyoknya terus memburu, Agus berhasil membuka pintu mobil bernopol B 112 PAT itu dan mengambil pistol miliknya. Belum sempat pistol diletuskan, dia ditendang oleh salah seorang pengeroyoknya hingga terjatuh. Pistol organik dengan no registrasi H 184399 direbut salah satu pengeroyoknya. Aguspun tak berdaya dan beruntung pengeroyoknya tidak ingin menghabisinya. Mereka hanya sekedar memberi peringatan.

Salah satu pelaku yang menggunakan kaos Kuning sempat menitipkan pistol rampasan itu ke Outlet Daily Store di sana. Namun, ditolak karyawan Daily Store. Para pelaku berlari ke atas LG Floor dengan menggunakan Eskalator.

Brigadir Agus Salim yang dihubungi wartawan membenarkan kejadian tersebut. Menurut Agus, sebenarnya dia ada masalah dengan Syaifudin.

Syaifudin mengutus Mulyadi dan mereka bertemu di Maxx Coffee Cibubur Junction. Sang prajurit terlibat masalah dengan Syaifudin diduga terkait uang palsu. Syaifudin mengaku sebagai korban dari anggota Brimob tersebut.

Terkait kasus ini Kapolres Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo menuturkan, kejadian itu berawal dari pertemuan keduanya di sebuah kedai kopi. Mulyadi diduga sudah merencakan pengeroyokan tersebut. Namun, setelah kejadian Mulyadi dan lainnya akhirnya menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya, kemarin.

"Ada sekitar lima atau enam orang yang menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya. Senjata api milik anggota juga sudah diserahkan," katanya.

Saat disinggung motif pengeroyokan dan tuduhan uang palsu terhadap anggota Brimob tersebut, Andry tidak mau menjelaskan lebih jauh. Mulutnya terkunci dan mengalihkan ke hal lain. "Ya harus diselidiki lebih lanjut," jawabnya singkat. (Sri Utami/J-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya