Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
PETUGAS Polres Metro Tangerang kini tengah memburu Didi, warga Kampung Rawa Kopi, Desa Gaga, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten, yang membuka perguruan ilmu kekebalan tubuh di desanya.
Pasalnya, seusai menyiramkan air keras ke tubuh 14 pengikutnya untuk uji coba, seluruh muridnya menderita luka bakar.
Bahkan tujuh di antaranya harus dilarikan dan dirawat di Rumah Sakit (RS) Mitra Husada, Teluknaga, Kabupaten Tangerang, karena mengalami luka bakar yang parah.
"Kasus ini masih dalam penanganan petugas Polres Metro Tangerang. Petugas masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang mengaku bisa memberikan ilmu kekebalan tersebut," kata Kapolres Metro Tangerang Komisaris Besar Harry Kurniawan, kemarin.
Peristiwa itu, kata Kapolres, berawal ketika 14 orang tersebut belajar ilmu kekebalan kepada Didi.
Sejumlah ilmu kanuragan pun diberikan Didi kepada anak-anak asuhnya tersebut.
"Berdasarkan keterangan para saksi, murid-muridnya itu kemudian dites dengan cara dibacok dengan senjata tajam. Hasilnya tubuh mereka tidak menderita luka sedikit pun. Mereka pun jadi makin percaya dengan ilmu kekebalan yang diajarkan pelaku," tutur Harry.
Namun, petaka datang saat Didi menyuruh murid-muridnya itu membasuh kaki dan tangan mereka dengan air keras (larutan H2O).
Hanya berselang beberapa menit usai membasuh dengan air keras tersebut, murid-muridnya itu berteriak kesakitan. Kulit mereka melepuh hingga mengelupas.
"Mereka mengalami luka bakar di bagian tangan dan kakinya saja," imbuh Dewi, anggota tim Medis RS Mitra Husada.
Para korban yang dirawat di RS tersebut ialah Idra, 40, Ziban, 39, Ucok, 35, Jaya, 27, Musim, 21, Jaudi, 53, dan Irman, 22.
Sementara itu, Ari, 22, Habib, 21, Dedi 39, Aput, 20, Wahyu, 20, Usup, 19, dan Adi 22, yang juga merupakan korban hanya dirawat di rumah masing-masing.
Di pihak lain, Didi kabur seusai melihat anak-anak asuhnya jadi korban. (SM/J-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved