Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Desain Baru Trotoar Sudirman Thamrin tidak Kunjung Selesai

Yanurisa Ananta
27/11/2017 10:22
Desain Baru Trotoar Sudirman Thamrin tidak Kunjung Selesai
(Pejalan kaki berjalan di trotoar di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta---Dok.MI/Galih Pradipta)

PELEBARAN trotoar Jalan Jenderal Sudirman dan Thamrin akan mengalami perubahan. Pasalnya, Gubernur dan Wagub DKI Jakarta berwacana memperbolehkan sepeda motor kembali memasuki kedua kawasan tersebut.

Desain trotoar yang semula direncanakan diperlebar menjadi 8-12 meter dari sekitar lima meter yang ada saat ini akan dikurangi guna menyediakan lajur untuk kendaraan motor.

“Kami sudah memangkas (topping) 554 pohon di bagian dua separator untuk pelebaran trotoar. Tapi, kami belum eksekusi pohon yang ada di trotoar karena masih menunggu desain baru. Pak Anies tempo hari mengingin-kan ada lajur motor,” kata Kepala Seksi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Jalur Hijau Dinas Kehutanan DKI Arwin Adlin kepada Media Indonesia, kemarin.

Sebelum ada proyek pembangunan mass rapid transit (MRT), jumlah pohon sebanyak 8.980 di kawasan tersebut. Jumlahnya berkurang menjadi 7.000-7.500 karena banyak yang dipindahkan akibat jarak terlalu rapat.

Di akhir Oktober, kata Arwin, setidaknya 530 pohon yang didominasi jenis mahoni sudah dipangkas. Pemangkasan bertujuan untuk memudahkan Dinas Bina Marga memindahkannya ke Tipar Cakung, Jakarta Timur, atau Taman BMW, Jakarta Utara.

“Kami sudah memangkas 530 pohon yang ada di dua separator Jalan Thamrin dan Jalan Sudirman. Kita kurangi ketinggiannya menjadi 3-4 meter dari sebelumnya 7-10 meter,” imbuhnya.

Dinas Bina Marga mengangkut pepohonan yang sudah dipangkas melalui dua perusahaan yang memberikan sisa kontribusi tambahan dalam pembangunan Simpang Susun Semanggi, yaitu PT MPP dan PT Keppel Land.

Saat ini, pihaknya belum bisa mengeksekusi pohon-pohon yang berada di atas trotoar meski pencanangan pelebaran sudah dilakukan awal Oktober pada hari bebas kendaraan bermotor (HBKB).

Hal ini karena belum ada penegasan berapa lebar trotoar Jalan Thamrin-Jalan Sudirman yang sebenarnya. Apalagi Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno sudah menyatakan ingin sepeda motor bisa kembali masuk ke seluruh Jalan Sudirman-Thamrin.

Alasannya, demi kesamaan hak. Terlebih, banyak pekerja UMKM yang kesehariannya keluar masuk gedung-gedung di sepanjang Jalan Thamrin-Sudirman menggunakan sepeda motor.

Pintu samping
Di pihak lain, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Sigit Widjatmoko berkali-kali menegaskan tidak memerlukan penambahan lajur motor. Soalnya, ratusan gedung di kawasan itu hampir semua memiliki pintu samping dan belakang yang bisa dimasuki sepeda motor.

Kebijakan bebas sepeda motor yang sudah bertahun-tahun diimplementasikan dinilai tidak ada masalah. “Sebenarnya masalah masuknya kembali motor ke Jalan Thamrin-Sudirman sudah selesai. Hanya lima gedung yang tidak memiliki akses samping atau belakang,” tandasnya.

Kelima gedung yang hanya memiliki satu akses yakni Penthouse, International Finance Centre, Zurrich, menara Sudirman, dan Summitmas.

Larangan sepeda motor memasuki ruas Jalan Thamrin-Sudirman diatur dalam Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 141 Tahun 2015 tentang Pembatasan Lalu Lintas Sepeda Motor.serta Pergub Nomor 25 Tahun 2017.(Aya/J-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya