Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Aduan Warga Warnai Sosialisasi Camat Diminta Jadi Pahlawan

Nicky Aulia Widadio
19/11/2017 10:32
Aduan Warga Warnai Sosialisasi Camat Diminta Jadi Pahlawan
(Suasana pengaduan warga dengan konsep open house di Kecamatan Tanah Abang, Jakarta, Sabtu (18/11)---MI/Arya Manggala)

PEMPROV DKI Jakarta menggelar sosialisasi pembukaan posko pengaduan di setiap kantor kecamatan, kemarin (Sabtu, 18/11). Alih-alih mesti ke Balai Kota, warga Jakarta kini bisa memilih ke ruang pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) kecamatan yang buka setiap Sabtu pukul 08.00-11.00 untuk menyampaikan keluhan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dan Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede memantau pelaksanaan sosialisasi di Kecamat­an Gambir dan Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat. Posko pengaduan di Kecamatan Sawah Besar dinamai Mpo Duma (Media Pojok Penga­duan Masyarakat).

“Kita ingin membangun super team sehingga semuanya diberdayakan. Pak Camat harus menjadi pahlawan untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di akar rumput,” kata Sandiaga di Kecamatan Sawah Besar, kemarin.

Pada hari pertama dibuka­nya posko, belum ada warga yang melapor di sana. Puluhan warga justru langsung menyampaikan keluhan mereka dalam acara sosialisasi.

“Keluhannya beragam. Ada yang tingkatnya nasional seperti pelintasan kereta, ada yang sangat lokal seperti RPTRA (ruang publik terpadu ramah anak), ada juga yang bisa diselesaikan hari ini juga seperti mencabut tiang listrik (yang hampir jatuh) sebelum tertabrak,” tambah Sandi.

Warga Sawah Besar mengusulkan pembangunan RPTRA di Kelurahan Kartini, sebagai satu-satunya kelurahan di Sawah Besar yang tidak punya RPTRA. Dalam menanggapi hal itu, Camat Sawah Besar Martua Sitorus mengaku ada sebuah lahan di kompleks perumahan elite yang potensial untuk RPTRA, tapi prosedurnya lebih rumit dan harganya amat tinggi. “Kalau memang atas dasar keterdesakan warga, boleh lah kami kaji ulang lahan tersebut untuk dipergunakan sebagai RPTRA,” kata Martua.

Herman, 46, warga Kelurahan Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, mengeluhkan tempat pembuangan sampah di badan jalan sekitar wilayah Mangga Dua Selatan.

“Dari dulu sebenarnya sudah beberapa kali masyarakat menyampaikan aduan. Cuma sekarang mungkin pelayanannya lebih sistematis. Mudah-mudahan penaganannya juga semakin baik,” tuturnya. (Nic/J-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya