Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PIHAK kebun binatang Taman Safari Indonesia (TSI), Cisarua, Kabupaten Bogor, memutuskan menempuh upaya hukum terhadap pengunjung yang mencekokkan minuman keras jenis anggur merah kepada satwa mereka.
Manajemen TSI telah melaporkan kasus yang viral di masyarakat itu ke Polres Bogor, kemarin.
Manajer Hubungan Masyarakat TSI Yulius Suprihardo menandaskan tindakan tiga orang yang mencekoki hewan dengan miras merupakan pelanggaran hak asasi hewan.
"Perbuatan mereka sudah melanggar norma animal welfare," tandasnya.
Wajah pengunjung yang mencekokkan miras beralkohol ke sejumlah hewan terlihat jelas dalam rekaman video yang diunggah di Instagram.
Di video tersebut, seseorang dari dalam mobil terlihat seolah hendak memberikan makanan wortel kepada rusa/kijang.
Ketika hewan membuka mulutnya, orang itu malah mengucurkan minuman warna merah dari botol.
Selain pada rusa, hal serupa dilakukan pengunjung itu pada kuda nil.
Seorang perempuan muda dengan rambut dicat pirang tertawa-tawa menyaksikan temannya mencekoki hewan dengan miras.
Mantan Presiden Perhimpunan Kebun Binatang Se-Asia Tenggara Jansen Manansana menegaskan pelaku harus dituntut.
"Pelajaran yang tidak bagus. Ini suatu tindakan yang melanggar, tidak beretika. Kita serius sekali soal ini. Makanya kita lapor polisi," kata Jansen.
Kasus itu, kata Jansen, membuat pihaknya melakukan beberapa langkah untuk mengantisipasi terulangnya kejadian serupa.
Selain pelaporan sebagai upaya memberi efek jera, pihaknya meningkatkan pengawasan.
"Kita tingkatkan penjagaan dan pengawasan agar tidak terulang. Untuk satwa, tim medis juga sudah memeriksa satwa-satwa itu. Apakah ada efek atau kelainan," papar Jansen yang tengah mengikuti kegiatan Konferensi Perhimpunan Kebun Binatang Se-ASEAN di Manila, Filipina, kemarin.
Semua kecewa
Kasus video itu, menurut dia, sudah diketahui negara lain bahkan sampai dibahas dalam konferensi ke-25 Perhimpunan Kebun Binatang dan Akuarium Se-ASEAN.
Acara itu dihadiri perwakilan kebun binatang dari 27 negara.
"Di sini (konferensi Manila), semua kecewa. Mereka mengecam keras. Bahkan presiden perhimpunan sekarang, Mr Lam, menyampaikan langsung dalam pertemuan agar menuntut para pelaku. Mereka juga meminta media mendukung agar semua orang tahu bahwa tindakan pelaku tidak bermoral supaya kejadian ini tidak terulang lagi. Ini memalukan sekali, apalagi terhadap satwa yang tidak mengerti," pungkas Jansen dengan menggebu-gebu.
Kapolres Bogor Ajun Komisaris Besar Mohammad Andy Dicky Pastika Gading mengaku sudah menelusuri video tersebut dan telah mengidentifikasi pelaku.
"Inisialnya TB dan AA. Diduga profesinya model, tapi nanti akan kita periksa lebih jelas apa pekerjaannya," kata Dicky.
Saat ini, pihaknya tengah mencari tahu keberadaan pelaku untuk selanjutnya dipanggil dan diperiksa.
"Kami lagi cari alamatnya dan layangkan panggilan. Di KUHP sudah jelas pasalnya tentang perbuatan yang menyakiti hewan," cetusnya. (DD/J-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved