Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG bocah dan ayahnya menyelami sungai untuk mencari ikan.
Begitulah gambar yang tampak pada sebuah mural pada tembok di lingkungan RW 01 Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Banten.
Itu hanya salah satu dari banyak mural yang terpampang di Kampung Berkelir.
Disebut berkelir karena kawasan itu dipenuhi mural-mural cantik yang dipulas dengan berbagai warna. Dalam bahasa daerah, berkelir artinya berwarna atau dipenuhi dengan warna.
Tak hanya menarik dipandang, mural-mural itu punya kisah tersendiri. Sebagian besar menceritakan keseharian masyarakat Tangerang pada masa silam.
Gambar anak dan ayah tadi salah satunya, menggambarkan bagaimana orang-orang mencari penghidupan dengan menyelami Sungai Cisadane yang kala itu dipenuhi ikan.
"Konsepnya dari mural yang dilukiskan seniman lokal dan nasional tersebut yaitu dengan cara melukis dinding yang bertemakan kearifan lokal di Kota Tangerang," kata Lurah Babakan, Abu Sofyan, kemarin.
Sejak awal Juni lalu, tuturnya, Kampung Berkelir itu mulai dikerjakan. Idenya orisinal dari masyarakat setempat.
Cerita-cerita yang mengisahkan budaya masyarakat Tangerang itu kemudian dilukiskan menjadi mural. Pengerjaannya dilakukan bersama-sama dengan para seniman se-Nusantara.
Biaya pengerjaan mural-mural itu tidak menggunakan dana dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), melainkan bantuan dana CSR salah satu perusahaan produsen cat ternama di Indonesia.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang menyambut baik keberadaan kampung ini.
Mereka berharap Kampung Berkelir bisa jadi destinasi wisata unggulan, melengkapi keberadaan sejumlah tempat wisata lain di bantaran Sungai Cisadane dan wisata kuliner di Pasar Lama, yang sudah dikenal sebelumnya.
Pada Minggu (19/11), kampung ini akan diresmikan Wali Kota Tangerang.
"Kami sangat mendukung keberadaan Kampung Berkelir dan mural ini karena dapat mendukung program wisata yang sedang digalakkan pemkot," kata Kepala Disbudpar Kota Tangerang Rina Hernaningsih, kemarin.
Menurutnya, tak hanya turis domestik yang mengunjungi kampung ini, tapi juga mancanegara.
"Tempat wisata ini sangat dekat dengan Bandara Soekarno-Hatta sehingga banyak turis mulai berdatangan ke kampung ini. Kalau bisa tidak hanya jadi destinasi wisata nasional, tapi juga dunia," sambungnya. (Sumantri Handoyo/J-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved