Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
SUDAH hampir sebulan hubungan Gubernur DKI Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno terkesan kurang harmonis dengan Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi.
Kemarin, momen yang ditunggu-tunggu masyarakat Ibu Kota, yakni pertemuan antara Anies-Sandi-Prasetyo, akhirnya terjadi.
Anies bahkan langsung dipersilakan berpidato menyampaikan visi dan misinya memimpin Jakarta lima tahun ke depan.
Setelah sempat memberi kesan tidak harmonis, badan eksekutif dan badan legislatif nyatanya menggelar rapat paripurna dengan cair.
Selama kurang lebih 1 jam, di tengah penyampaian visi dan misi, kedua pihak sempat berbalas pantun ditimpali khalayak yang hadir.
"Bang Sandi bersepatu, lari di Tanah Tinggi," kata Anies mengawali pantun. "Cakep," ujar hadirin berjemaah. "Bang Prasetyo memancing ikan. Mohon waktu sekali lagi. Kami paparkan visi dan misi," kata Anies. Hadirin pun bertepuk riuh.
Anies terlebih dahulu menyampaikan paparan terkait dengan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Tahun 2018.
Kemudian ia melanjutkan dengan menyampaikan lima visi dan misi utama, antara lain menjadikan Jakarta kota yang aman, sehat, cerdas, dan berbudaya, memperkuat nilai-nilai keluarga, memberikan ruang kreativitas melalui kepemimpinan yang melibatkan, menggerakkan, serta memanusiakan.
Anies menutup visi dan misinya dengan menceritakan seorang ibu bernama Saidah, korban penggusuran Bukit Duri, Jakarta Selatan.
Ketika itu masa kampanye Pilkada DKI 2017, Saidah memberi kain yang biasa ia gunakan untuk menggendong anaknya.
"Dia bilang, ini selendang yang biasa saya pakai untuk gendong anak saya. Nanti kalau terpilih (Gubernur DKI) saya titip Bapak untuk gendong anak-anak kami," ujar Anies dengan suara bergetar menahan haru.
Selepas itu, Prasetyo sebagai pimpinan DPRD bertugas menutup forum dengan mengetukkan palu.
Tapi itu tidak langsung ia lakukan. Pras tiba-tiba berteriak, "Takbir!!!" Hadirin pun tertawa gemuruh.
Prasetyo lantas membalas Anies dengan tiga pantun.
"Ondel-ondel budaye Betawi. Jakarte punye pemimpin baru. Gubernur ame DPRD udeh sehati. Untuk Jakarta lebih maju lagi," tutur Pras.
Sudah?
Ternyata belum. "Tambo cie" lanjut Pras lagi dengan bahasa Minang.
Puluhan anggota DPRD dan ratusan pejabat satuan kerja perangkat daerah DKI pun ikut tertawa.
"Buah salak buah kedondong. Jangan galak-galak dong," serunya, yang membuat seluruh orang yang ada di ruangan sontak riuh, termasuk Anies dan Sandi.
Meski suasana berjalan cair, Prasetyo tidak mengantar Anies-Sandi hingga pintu keluar seperti yang dilakukan pejabat DPRD DKI setiap selesai rapat paripurna.
Prasetyo keluar dari pintu lain.
Begitu juga dengan pimpinan DPRD lainnya. (Yanurisa Ananta/J-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved